Kampung Sengkuni di Dusun/Desa Bendolo, Sawahan tidak hanya dikenal dengan keusilannya. Ada mitos yang sangat populer di luar kampung tersebut. Yaitu jumlah penduduk yang tinggal di Kampung Sengkuni tidak pernah melebihi 18 kepala keluarga.
Masyarakat di luar Kampung Sengkuni sangat percaya bila jumlah warga yang tinggal di sana tidak boleh melebihi 18 kepala keluarga. Bila jumlahnya melampaui jumlah tersebut maka ada saja musibah yang terjadi. Buka ada yang meninggal dunia atau sakit-sakitan. Jika tidak, ada yang pilih keluar kampung. “Dulu sempat dengar ada mitos itu. Kalau ada tambahan keluarga,19 kepala keluarga atau 20 kepala keluarga biasanya mereka akan keluar dari desa,” ujar Ian, 43, warga Desa Bendolo, Sawahan yang tinggal di luar Kampung Sengkuni.
Faktanya, jumlah warga yang tinggal di sana sekarang ada 18 kepala keluarga. Meski cerita mitos itu sangat populer di luar kampung tapi warga di sana merasa hal tersebut belum terbukti kebenarannya.
Bahkan, Parlan, 58, sesepuh di Kampung Sengkuni itu tidak membenarkan adanya mitos tersebut. Apalagi sampai ada yang meninggal dunia karena jumlah warganya melebihi 18 kepala keluarga.
“Kalau ada yang pindah ke luar (Kampung Sengkuni, Red), karena ikut suami atau istrinya bukan karena mitos itu,” tandas pria yang juga menjabat sebagai Ketua RT02/RW02 di Kampung Sengkuni tersebut.
Bapak tiga anak itu tidak percaya dengan mitos tersebut karena sejak kecil, orang tuanya tidak pernah menceritakan perihal tersebut. Parlan mengatakan, jumlah warganya pasti akan bertambah karena menikah dan melanjutkan keturunan.
Suparlan mencontohkan tetangganya Sudawun, 51. Pria asal Kampung Sengkuni itu memilih tinggal bersama istrinya di dusun sebelah tapi masih di Desa Bendolo. “Ya kebetulan saja dia (Sudawun, Red) ikut istrinya tinggal di rumah mertuanya. Yang tinggal di sini (Kampung Sengkuni, Red) saudara-saudaranya,” paparnya Parlan.
Meski cerita mitos itu dipercaya masyarakat di luar kampungnya, Parlan tidak pernah merasa risau. Baginya, kebenaran tidak bisa didapat dari katanya-katanya saja. Harus ada cerita yang runtut dan logis.
Apa yang disampaikan Parlan itu diamini Andi Kisworo, Sekretaris Desa (Sekdes) Bendolo, Sawahan. Dia mengatakan mitos tersebut belum tentu benar. Alasannya tidak ada bukti kuat dari legenda atau cerita yang benar-benar menggambarkan alasan Kampung Sengkuni hanya dihuni 18 kepala keluarga. “Ya saat ini hanya kebetulan saja,” ujarnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah