Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Disporabudpar Bakal Teliti Sejarah Gombak Kucung

Iqbal Syahroni • Rabu, 20 September 2023 | 21:02 WIB

Photo
Photo

Mengenalkan tradisi gombak kuncung di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan ke sekolah mendapat respons Pemkab Nganjuk. Bak gayung bersambut, dinas pemuda, olahraga, budaya dan pariwisata (disporabudpar) mendukung keinginan keturunan gombak kuncung yang ingin memperkenalkan tradisi itu ke anak-anak sekolah di Kota Angin.

“Sebelum tradisi itu (gombak kuncung, Red) dikenalkan lebih luas ke publik, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan,” ungkap Amin Fuadi, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disporabudpar Kabupaten Nganjuk.

Yang paling utama adalah membuat naskah terkait dengan asal usul gombak kuncung. Sejarah tradisi ini harus dijabarkan dengan baik. Dengan kata lain, orang yang ingin mengenal tradisi gombak kuncung tidak boleh mendapat informasi sepotong-sepotong.

Sebab itu, Amin mengatakan, perlu ada penelitian terkait dengan sejarahnya. Dia menganggap gombak kuncung menjadi warisan penting yang dimiliki Kota Angin. Di kota lain belum tentu ada tradisi seperti di Desa Ngliman, Sawahan. “Jangan sampai saat diajarkan ke anak-anak sekolah, ceritanya hanya sebatas mereka (anak gombak kuncung, Red) adalah keturunan dari Ki Ageng Ngaliman atau Eyang Ageng Ngaliman,” papar Amin.

Baca Juga: Dua Warga Jombang Dibekuk Polres Nganjuk, Ini Gara-Garanya

Materi yang disampaikan harus tertata. Diberi penjelasan yang detail. Jika semua cerita gombak kuncung ini tersusun rapi, Amin pastikan tradisi ini akan memiliki umur panjang. Keberadaannya akan menjadi cerita bagi para pengunjung. Semua orang bisa menceritakannya. Yang lebih penting lagi, keberadaan gombak kuncung itu tidak hanya menjadi penunjang tapi juga menjadi penguat tradisi Siraman Sedudo.

“Kami sudah punya rencana meneliti tradisi gombak kuncung ini, harapannya budaya dan tradisi ini terus terekam,” ungkap Amin. Baginya, cara paling jitu melestarikan tradisi dan budaya adalah terus memperbincangkannya. Karena itu perbincangan itu harus diimbangi dengan landasan yang kuat.

Tidak hanya sejarah kelahirannya, tetapi masyarakat gombak kuncung bisa menjelaskan semua makna dari setiap ritual tradisi tersebut. Misalnya, mereka harus bisa menjelaskan ke masyarakat luar tentang makna ritual pemotongan kambing kendit sebelum acara pemotongan rambut gombak kuncung. Atau mampu menjelaskan alasan rambut tersebut harus dipotong saat baligh.

Hingga harus menggunakan cincin emas pada saat pemotongan gombak kuncung. “Kita semua harus bisa menjelaskan semua filosofi itu kepada masyarakat luas,” lanjut Amin.

Sebab itu, memasukkan pelajaran mengenai tradisi gombak kuncung ke sekolah adalah langkah bagus untuk melestarikan budaya di Nganjuk. Namun, sebelum itu dilaksanakan perlu ada penguatan untuk memahami sejarahnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Disporabudpar #Kabid #jelajah #desa unik