Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk Pusat Madiun meraih Jawa Pos Radar Nganjuk Awards 2023. Perguruan silat yang berusia seabad lebih itu menerima penghargaan kategori ‘Perguruan Silat Pencetak Pesilat Berprestasi’.
Malam penganugerahan berlangsung Kamis (7/9). Ada 35 penerima penghargaan. Mulai dari tokoh berpengaruh, lembaga, maupun instansi berprestasi. Salah satu penerimanya adalah PSHT Cabang Nganjuk.
Penghargaan tersebut diterima langsung Ketua PSHT Cabang Nganjuk Gondo Hariyono. Yang menyerahkan adalah Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi didampingi Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad.
Perguruan silat yang berpusat di Madiun itu dinilai layak menerima penghargaan. Karena selama ini konsisten menyumbang pesilat berprestasi. Baik di tingkat Jawa Timur, nasional hingga internasional. Bahkan tidak sedikit di antaranya yang sukses berprestasi. Berderetnya medali maupun tropi di Padepokan PSHT Cabang Nganjuk menjadi bukti eksistensi organisasi ini.
“Alhamdulillah kami sampaikan terima kasih atas penghargaan ini. Ini menjadi tanggung jawab kami agar ke depan selalu melahirkan insan Setia Hati yang bertakwa kepada Tuhan YME, berbakti kepada orang tua, berbudi luhur, tahu benar dan salah,” ujar Kangmas Gondo.
Setiap tahun, PSHT Cabang Nganjuk mengesahkan ribuan warga baru. Saat ini total warga lebih dari 85 ribu orang.
Dari puluhan ribu warga itu, Kangmas Gondo mengatakan, pihaknya rutin menggelar turnamen internal. Tujuannya untuk menjaring pesilat muda potensial. Pesilat tersebut dikirim untuk mewakili Kota Angin dalam bebagai ajang kejuaraan. Selain pesilat, PSHT Cabang Nganjuk juga turut meningkatkan kualitas pelatihnya. Secara periodik, pelatih diberi pelatihan.
“Insya Allah kami juga rutin menggelar bakti sosial, seperti santunan anak yatim dan membantu warga kurang mampu. Ini sebagai bentuk kepedulian kepada sesama,” ungkapnya.
Kangmas Gondo mengatakan, dia ingin Nganjuk tidak hanya berprestasi. Namun juga berjati diri. Sebagai insan Setia Hati, harus bisa berbakti dan berkontribusi untuk daerahnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah