Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Air PDAM Nganjuk Tidak Lancar, Warga Jatirejo Mojoduwur Ngetos Mogok Bayar

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 11 September 2023 | 18:01 WIB
ANTRE AIR BERSIH: Warga Dusun Jatirejo, Desa Mojoduwur, Ngetos mengisi timba di tandon air setelah BPBD Nganjuk melakukan dropping air bersih. Warga mogok bayar PDAM.
ANTRE AIR BERSIH: Warga Dusun Jatirejo, Desa Mojoduwur, Ngetos mengisi timba di tandon air setelah BPBD Nganjuk melakukan dropping air bersih. Warga mogok bayar PDAM.

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Warga Dusun Jatirejo, Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos keluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Mereka kecewa karena air PDAM tidak mengalir lancar. Sementara, tagihan ke pelanggan tidak pernah tersendat. Keadaan itu membuat sebagian pelanggan geram. Mereka mulai mogok membayar tagihan per bulan dari PDAM.

Buruknya pelayanan itu dikeluhkan oleh Djimin, 50, salah satu pelanggan PDAM di Dusun Jatirejo, Desa Mojoduwur, Ngetos. Dia mengatakan, warga nekat mogok bayar tagihan karena air PDAM hanya mengalir sebanyak lima kali dalam sebulan. Sialnya lagi, ketika airnya mengalir tidak terlalu deras. Dan waktunya mengalir hanya sebentar. “Kalau sedang mengalir, waktunya hanya tujuh jam saja. Tidak cukup untuk memenuhi bak mandi,” ungkapnya.

Yang membuat warga kecewa ketika biaya pembayarannya membengkak. Ada yang harus membayar Rp 34.500 per bulan dengan beban 10 meter kubik. Padahal penggunaannya tidak sampai 2 meter kubik. Mereka menduga membengkaknya tagihan itu disebabkan karena keran selalu dibuka. Saat dibuka seperti itu, yang keluar hanya hembusan angin saja. Hal itu yang mereka duga telah menyebabkan meteran terus berjalan.

Tersendatnya air PDAM itu membuat pelanggan harus lebih bersabar. Sebab, mereka tetap harus berjuang pulang pergi ke sungai terdekat hanya untuk mengambil air untuk mandi dan juga mencuci pakaian. Seperti yang dilakukan Mujayanah, 46, pelanggan PDAM asal Dusun Jatirejo, Desa Mojoduwur, Ngetos sempat membawa cucian ke Sungai Kuncir. “Tandon airnya tidak cukup jika dibuat mencuci baju,” aku Mujayanah.

Terpisah, Kepala Bagian Teknik PDAM Kabupaten Nganjuk Putut Eko Cahyono merespons keberatan warga terkait tagihan PDAM yang dianggap membengkak. “Untuk pembayaran tagihan per bulan, kedepannya akan kami ringankan. Karena bagaimanapun warga tidak menggunakan air sebanyak beban yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Untuk meringankan biaya pembayaran air PDAM, Putut mengatakan, perlu adanya koordinasi bersama tim. “Waktu penerapannya masih belum pasti. Namun, kami juga mengusahakan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.

Langkah PDAM untuk menjaga air tetap lancar di Dusun Jatirejo, Desa Mojoduwur, Ngetos adalah dengan memasang pompa air. Dibutuhkan lahan seluas 3x3 meter persegi. Dia menyebutkan, pompa air itu sebagai booster untuk Dusun Jatirejo, Desa Mojoduwur, Ngetos. Sayangnya, rencananya itu belum bisa terealisasi karena kendala pembelian tanah di sana.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#air pdam #air bersih #jatirejo