Anak Gombak Kuncung di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, tidak hanya dikenal unik karena model rambutnya. Namun, anak-anak asli Ngliman ini juga dianggap memiliki keistimewaan. Mereka dipercaya memiliki indera keenam.
“Anak Gombak Kuncung itu sering diajak bermain teman yang tidak terlihat mata,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih melalui Kabid Kebudayaan Amin Fuadi kemarin. Cerita itu didapat Amin dari sesepuh di Desa Ngliman. Bagi warga di sana, tradisi Gombak Kuncung itu sebagai tanda bahwa anak tersebut memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki anak-anak yang lain. Mereka bisa berkomunikasi dengan makhluk yang tidak terlihat.
Karena temannya tidak terlihat mata, anak Gombak Kuncung biasanya asyik bercanda dan bermain sendiri. Mereka bisa tersenyum dan tertawa dengan riang. Orang tua dan warga setempat pun menganggap hal itu biasa. Bukan suatu keanehan atau gangguan kesehatan. Namun, mereka hanya bermain dengan teman yang tak terlihat mata. “Anak Gombak Kuncung itu spesial,” ujar Amin.
Masih menurut cerita sesepuh desa, Amin mengatakan, teman spesial anak Gombak Kuncung itu tidak hanya baik. Ada juga yang nakal. Biasanya mereka akan merasuki teman asli anak Gombak Kuncung di sekolah atau saat bermain. Tanpa sadar mereka akan mengusili anak Gombak Kuncung. Ada yang menjambak gombaknya. Ada pula yang menarik kuncungnya. Tujuannya mereka agar terganggu dan menangis.
Untuk mencegah ‘teman nakal’ yang tidak terlihat itu mengganggu, orang tua punya cara jitu. Orang tua anak Gombak Kuncung wajib bangun pagi. Sebelum anaknya berangkat ke sekolah, mereka harus mengepang atau menguncir Gombak atau Kuncung sang anak. Ini agar ‘teman nakal’ yang tidak terlihat tidak lagi mengganggu. “Butuh waktu sekitar setengah jam untuk mengepang atau menguncir gombak atau kuncung anak itu. Jadi, harus bangun pagi agar tidak terlambat ke sekolah,” sambung Sunarti, 38, salah satu ibu dari anak Gombak Kuncung ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah