Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rekam Jejak Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi: Dekat dengan Kiai dan Pondok Pesantren

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 11 September 2023 | 17:56 WIB

Photo
Photo

Perjalanan Kang Marhen sebagai aktivis organisasi memang unik. Sebagai kader GMNI tulen, dia memiliki pandangan yang dibilang brilian. Marhaen muda menjelajahi dunia aktivis pada zaman yang penuh tekanan dan tantanganpada masa orde mampu membuat kerangka berpikirnya moderat.

Kang Marhen merapat juga pada organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Memang kalau dilihat dari kesejarahan, Nasionalis Religius merupakan sebuah visi idiologis yang berorientasi pada gerakan cinta tanah air dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam

Masuknya Kang Marhen sebagai Pengurus Wilayah Lembaga Perekonomian NU dan Dewan Pakar Himpunan Pengusaha Nahdliyin, merupakan ekspresi pemikiran Kang Marhaen untuk mengabdikan dirinya pada organisasi NU. Bagi Kang Marhen, masuk di NU merupakan bagian dari perjuangan bersama kiai dan masyayikh.

Ketika pemilihan bupati/wakil bupati, koalisi Nasionalis Religius merupakan cerminan kekuatan politik riil yang ada di Nganjuk. Realita di lapangan, Nganjuk merupakan basis NU yang menyebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Nganjuk.

Maka dalam beberapa kegiatan dan acara yang dilakukan Kang Marhen selalu meluangkan waktu untuk hadir. Beberapa kegiatan keagamaan dan silaturahim dengan para kiai dan masyayikh juga menjadi agenda.

Kang Marhen juga memberikan apresiasi melalui APBD berupa bantuan masjid, musala dan beberapa pondok pesantren walaupun jumlahnya belum signifikan. Kepedulian Kang Marhaen dalam memberikan motivasi pada NU, Banom dan lembaga juga diberikan melalui bantingan ketika ada kegiatan yang membutuhkan dana insidentil.

Sebagai kader yang telah diberangkatkan oleh NU, Kang Marhaen bukan kacang lali lanjaran. Seberapa besar kontribusi yang diberikan merupakan komitmen dan kepedulian bahwa keberhasilannya tidak bisa dicapai oleh diri sendiri. Kebersamaan dengan kiai dan masyayikh juga dipahami oleh Kang Marhen sebagai kendali diri untuk tetap konsisten dalam menjalankan nilai agama walau memiliki jabatan sebagai bupati.

Kang Marhen memberikan keleluasaan pendapa dan gedung pemerintah untuk kegiatan agama pada seluruh ormas keagamaan yang ada di Nganjuk. Hal mengandung maksud untuk mengoptimalkan kegunaan gedung agar lebih bermanfaat. Disamping itu untuk memberikan apresiasi pada ormas keagamaan merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.

Hubungan ulama dan umaro yang harmonis merupakan kunci stabilitas keamanan dan ketertiban. Karena ulama dekat dengan rakyat dalam setiap saat. Sementara pemerintah butuh aman dan tentram dalam mewujudkan pembangunan yang telah menjadi agenda.

Ulama sebagai pewaris dan penerus tugas nabi, maka beberapa tanggung jawab Ulama yang tetap harus dilanjutkan adalah sebagai pelopor dakwah, memberi kabar gembira, memberi peringatan, menyampaikan hujjah, menyampaikan dan menjelaskan risalah, mendidik dan memperbaiki masyarakat. Semua ini adalah tugas kenabian yang diwarisi ulama. Sehingga keberadaan ulama sangat penting dalam menjaga kedamaian dan kelangsungan kehidupan

Semoga apa yang dilakukan oleh Kang Marhen terhadap para kiai, masyayikh dan pondok pesantren akan lebih baik di masa yang akan datang. Hanya orang yang memiliki jiwa pengabdian dan keihlasan yang akan selalu berusaha berbuat baik untuk membangun kemaslahatan umat. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kiai #Pondok Pesantrean #marhen djumadi