Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Di Ngliman, Ada Gombak Kuncung yang Bertahan Ratusan Tahun

Iqbal Syahroni • Jumat, 1 September 2023 | 20:43 WIB

Photo
Photo

Jawa Pos Radar Nganjuk mulai hari ini akan menjelajahi desa-desa unik di Kota Angin. Untuk rute pertama jelajah desa diawali di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Di desa ini ada tradisi yang sudah berusia ratusan tahun dan masih dilaksanakan warga di sana sampai sekarang. Yaitu, Gombak Kuncung.

Gombak adalah rambut yang dibiarkan panjang seperti kuncir. Ada yang lurus dan ada yang berbentuk spiral. Panjangnya rambut mulai dari unyeng-unyeng bagian belakang kepala.

Karena sejak lahir dibiarkan panjang atau tidak dipotong. Lalu saat berusia enam tahun atau tujuh tahun, Gombak akan dibiarkan memanjang hingga menyentuh pundak atau punggung.

Tergantung kesehatan rambut sang anak. Kontras dengan rambut bagian lainnya yang dipotong pendek. “Gombak itu khusus untuk rambut anak laki-laki mulai lahir hingga balig,” ujar Lasmirah, 71, warga Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.

Baca Juga: Bupati Marhaen Djumadi Ingin Nganjuk Jadi Gudang Atlet Hebat

Sedangkan, untuk anak perempuan namanya adalah kuncung. Kuncung ini mirip dengan rambut poni. Kebalikan dari Gombak. Jadi yang dibiarkan memanjang adalah rambut bagian depan saja. Tidak boleh dipotong sampai usia balig.

“Gombak Kuncung di Ngliman ini sudah ada sejak zaman nenek moyang kita,” ungkap Lasmirah. Tradisi memanjangkan rambut sejak bayi hingga balig terus dilaksanakan sampai sekarang. Warga di lereng Gunung Wilis ini mengaku tidak berani melanggarnya. Karena takut dengan dampak jika tradisi itu dilanggar. Warga percaya jika Gombak Kuncung tidak dilaksanakan maka anak akan mudah sakit, bandel, tidak menurut pada orang tua, dan mengalami kesialan. “Dampak melanggar tradisi Gombak Kuncung ini selalu diceritakan para orang tua ke anaknya. Jadi, sampai sekarang kami pun mempercayainya,” ujarnya.


Selain takut dengan dampak melanggar tradisi Gombak Kuncung, warga juga percaya bahwa mereka merupakan keturunan dari Ki Ageng Ngaliman. Sosok leluhur ini sangat dikeramatkan di Desa Ngliman. Riwayatnya pun penuh misteri. “Jadi kami itu memang keturunan dari Gombak Kuncung. Makanya, tetap mempertahankan Gombak Kuncung sampai sekarang,” ujar Lasmirah.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jelajah #rambut #kuncir kuda #desa unik