NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Desa Buduran, Kecamatan Bagor, tidak memiliki mobil siaga desa hari ini. Karena mobil Suzuki APV bernopol AG 1169 VP terbakar di garasi rumah Gunadi, Kepala Desa (Kades) Buduran pada Minggu siang (27/8). Hingga kemarin, belum ada kendaraan operasional yang disediakan untuk menggantikan mobil siaga desa yang terbakar itu. “Kami masih koordinasi dengan pemkab soal mobil siaga desa yang terbakar,” ungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Buduran Rizki Nur Afian kemarin.
Setelah mobil siaga desa terbakar, Rizki mengaku bergerak cepat. Dia segera melapor dan berkoordinasi dengan pemkab. Karena kebakaran itu merupakan musibah. Sekdes yang juga anak Kades Gunadi ini sama sekali tidak menduga jika garasi mobil ayahnya akan terbakar.
Sehingga, mobil siaga desa dan Suzuki Ertiga milik ayahnya ikut terbakar. “Kami belum tahu apakah mobil siaga yang terbakar itu diasuransikan Pemkab Nganjuk atau tidak,” ujarnya.
Baca Juga: Begini Kondisi Ibu Hamil Asal Tanjunganom yang Tertimpa Pohon
Hingga kemarin, Rizki mengatakan, masih menunggu keputusan dari pemkab. Jika mobil itu diasuransikan maka bisa diklaimkan untuk mendapat ganti rugi. Uang ganti rugi bisa untuk membeli mobil siaga baru. Namun, jika tidak diasuransikan, pihaknya juga belum tahu apakah Desa Buduran harus mengalokasikan anggaran dana desa untuk pembelian mobil siaga atau tidak.
Menurut Rizki, sebenarnya, mobil siaga Desa Buduran berada di garasi ayahnya karena akan dicuci sore harinya. Setelah dipakai untuk operasional kegiatan Sabtu (26/8), mobil dalam kondisi kotor. Namun, belum sempat dicuci, mobil sudah terbakar. “Biasanya mobil siaga desa juga ada di Kantor Desa Buduran,” katanya.
Lalu bagaimana dengan Suzuki Ertiga? Rizki mengaku jika mobil tersebut adalah mobil pribadi ayahnya. Status mobil masih kredit. Sehingga, ada asuransinya. “Kreditnya masih kurang dua tahun,” ujarnya.
Baca Juga: Wow! Produksi Bawang Merah di Rejoso Nganjuk Bisa Surplus sampai Segini
Terpisah, Kades Gunadi mengaku, sejak dia mengalami kecelakaan karena terjatuh dari sepeda motor saat menghindari kucing, dia tidak aktif di Pemdes Buduran. Sang sekdes yang juga anaknya yang menggantikan perannya. Sebab, Gunadi harus fokus pada penyembuhan. Dia keluar masuk rumah sakit. Bahkan, sudah menjalani operasi kaki di Solo. Sayang hingga kemarin, kondisinya masih belum sembuh. Dia belum bisa bisa berjalan. “Sudah dua bulan ini saya tidak bisa ngantor,” ujarnya.
Kades dua periode ini mengatakan, meski dia tidak bisa ngantor tetapi pelayanan masyarakat tidak terganggu. Sekdes Rizki bisa menggantikan perannya dengan baik. Sehingga, tidak pernah terjadi gejolak di masyarakat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah