Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wow! Produksi Bawang Merah di Rejoso Nganjuk Bisa Surplus sampai Segini

Iqbal Syahroni • Senin, 28 Agustus 2023 | 21:27 WIB

Photo
Photo

Produksi bawang merah di Kecamatan Rejoso tahun ini surplus 1.200 kuintal. Meningkatnya produksi itu disebabkan karena cuaca yang mendukung serta minimnya hama selama tujuh bulan terakhir.

”Lahan seluas 850 meter persegi hasil panennya hampir 1 ton,” aku Sunarwan, petani asal Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso.

Jika dibanding rata-rata panen tahun lalu, produksinya menjadi surplus. Ada kenaikan sekitar 80-90 kg untuk luas lahan yang sama. Adanya kenaikan jumlah produksi berambang itu tidak lepas dari faktor cuaca.

Menurut Sunarwan, produksi awal 2022 lalu mengalami penurunan karena dampak hujan lebat disertai angin kencang. Banyak lahan yang rusak. Kondisi itu berdampak pada produksi berambang menjadi menurun. ”Di sawah yang saya kerjakan juga banyak yang rusak tahun lalu.

Baca Juga: Ketua DPRD Tanamkan Semangat Patriotisme pada Generasi Muda

Sekarang (tahun ini, Red) hampir separo naiknya. Yang panen lebih banyak,” ujar Sunarwan kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Sementara itu, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Nganjuk telah mencatat produksi bawang merah di tujuh bulan terakhir untuk Kecamatan Rejoso. Jumlahnya cukup fantastis, produksinya tembus 156.260 kuintal bawang merah. Naik sekitar 1.200 kuintal dibanding tahun lalu. Selama tujuh bulan 2022, produksi bawang merah di sana mencapai 155.490 kuintal.

Kenaikan hasil panen itu diakui pula oleh Suyoto, 58, petani di Desa Sidokare, Rejoso. Dia mengatakan, selain faktor cuaca, penyebab lain meningkatnya jumlah produksi tahun ini adalah karena jumlah serangan hama yang juga ikut menurun. ”Serangan hama pasti ada. Tapi tahun ini jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun lalu,” aku bapak dua anak itu.

Baca Juga: Dinas Kominfo Nganjuk Kenalkan KEN Digital

Kenaikan jumlah produksi panen itu disambut gembira Kepala Dispertan Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo. Ia mengatakan, hampir seluruh desa di Kecamatan Rejoso akan panen pada akhir Agustus sampai September nanti. ”Kualitas bawang merah di sana (Rejoso,Red) juga pasti bagus. Kenaikan jumlah produksi akan membuat ekonomi petani semakin baik lagi,” ujarnya.

Kenaikan jumlah produksi tahun ini menjadi berkah bagi petani. Cuaca dan hama menjadi faktor penentu keberhasilan petani berambang di Rejoso. Adapun kondisi tanah dan pengairan di sana sudah tidak menjadi kendala. “Petani di Rejoso saya rasa sudah semakin cekatan menghadapi problem tahunan, khususnya kondisi cuaca,” pungkas Muslim.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#brambang nganjuk #petani brambang #brambang #petani nganjuk