Kecamatan Rejoso menjadi penghasil bawang merah nomor satu di Kota Angin. Setiap tahun, Kecamatan Rejoso menyumbang berambang terbanyak. Ini karena lahan berambang di sana sangat luas dan hasilnya pun melimpah.
Januari hingga Juli 2023, sebanyak 1.836 hektare lahan berambang dipanen. Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun lalu. Kenaikannya sekitar enam hektare. “Setiap tahun lahan berambang yang panen di Rejoso paling stabil,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo.
Sementara untuk tanam selama tujuh bulan di tahun ini, Muslim mengatakan ada 3.106 hektare tanah yang sudah ditanami. Ada kenaikan 56 hektare tanah dibanding tahun lalu yang mencatatkan 3.050 hektare tanah ditanami bawang merah dalam tujuh bulan.
Perbedaan 56 hektare itu bukan buka lahan baru. Namun, sebagian petani memilih mundur saat tanam.
Muslim mengatakan, kestabilan tanam dan panen ini juga tergambar dari organisasi kelompok tani-kelompok tani di sana yang baik. Mereka sudah tahu kapan harus tanam dan panen. Jadi bisa stabil saat panen raya. “Kualitas berambang juga bagus,” imbuhnya.
Muslim menambahkan bahwa tanah di Kecamatan Rejoso juga baik untuk ditanami bawang merah. Kualitas tanah, pengairan, dan pemeliharaan di Kecamatan Rejoso juga mendukung.
Mantan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk itu mengatakan bahwa di Agustus-Desember tahun lalu Rejoso selalu melakukan panen. Di tahun ini, sejak akhir Juli sudah melakukan panen.
Sampai kemarin, beberapa desa di Kecamatan Rejoso juga masih melakukan panen. Kemudian, petani mempersiapkan musim tanam ketiga mereka pada September-November.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah