Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Produksi Bawang Merah Nganjuk Tahun Ini Merosot, Begini Penjelasan Petani

Iqbal Syahroni • Kamis, 10 Agustus 2023 | 17:47 WIB

Photo
Photo

Awal semester 2023 ini, produksi bawang merah di Godang lebih rendah dari tahun lalu. Jika tahun ini produksinya 150,3 ton, pada awal semester tahun lalu mencapai 218,6 ton. Faktor penyebabnya beragam. Mulai dari cuaca hingga pola bercocok tanamnya.

“Tahun lalu, panen raya di Gondang terjadi pada Juni-Juli. Tahun ini, prediksinya September hingga Oktober,” ungkap Subandi. Petani berambang asal Desa Sumberejo, Gondang itu mengatakan, hampir setiap tahun panen raya di tempatnya tidak pernah sama. Dia menduga, perbedaan waktu tanam itu menjadi penyebab produksi tiap semester selalu berbeda.

Mengapa bisa berbeda? Hal tersebut disebabkan karena kebiasaan tanam di wilayah Gondang yang juga bermacam-macam. Rata-rata 2 bulan masa tanam berambang dan satu bulan libur. Sebagian mengisi tanaman penyela dengan padi. “Awal tahun ini petani baru panen padi. Nah, untuk bawang merah mulai tanamnya Maret-April dan ini mulai lagi Agustus,” imbuh Bandi.

Baca Juga: Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi Tanamkan Semangat Anjuk Ladang di Kelurahan Kapas

Bagi petani, musim kemarau seperti ini akan menjadi peluang untuk bercocok tanam. Mereka menganggap saat kemarau, peluang jauh lebih besar. Karena itu, capaian produksi berambang ini diprediksi bakal meningkat pada produksinya pada September nanti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo mengatakan, menurunnya jumlah produksi berambang pada semester pertama ini karena telat tanam. Seperti pada 2021, petani di Kecamatan Gondang mulai tanam berambang pada Desember.

Hal itu mereka lakukan karena ada perubahan cuaca yang membuat kemarau menjadi lebih panjang. Begitu juga awal 2022, petani bisa panen lebih awal. Sedangkan 2022 akhir, masih musim hujan dan saat itu para petani memilih untuk menanam padi. “Kalau tanam di akhir tahun seperti Oktober-Desember, kemungkinan baru dipanen Januari-Feburari tahun berikutnya,” papar Muslim. Jadi adanya kenaikan dan penurunan hasil produksi tergantung kapan petani mulai bercocok tanam. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#brambang nganjuk #petani brambang #brambang #petani nganjuk