Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Baca Juga: Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi Tanamkan Semangat Anjuk Ladang di Kelurahan Kapas
Bagi petani, musim kemarau seperti ini akan menjadi peluang untuk bercocok tanam. Mereka menganggap saat kemarau, peluang jauh lebih besar. Karena itu, capaian produksi berambang ini diprediksi bakal meningkat pada produksinya pada September nanti.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo mengatakan, menurunnya jumlah produksi berambang pada semester pertama ini karena telat tanam. Seperti pada 2021, petani di Kecamatan Gondang mulai tanam berambang pada Desember.
Hal itu mereka lakukan karena ada perubahan cuaca yang membuat kemarau menjadi lebih panjang. Begitu juga awal 2022, petani bisa panen lebih awal. Sedangkan 2022 akhir, masih musim hujan dan saat itu para petani memilih untuk menanam padi. “Kalau tanam di akhir tahun seperti Oktober-Desember, kemungkinan baru dipanen Januari-Feburari tahun berikutnya,” papar Muslim. Jadi adanya kenaikan dan penurunan hasil produksi tergantung kapan petani mulai bercocok tanam.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.