Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gemas! Ada Sosok Ini di Karnaval SD se-Kecamatan Nganjuk

Ilmidza Amalia Nadzira • Rabu, 9 Agustus 2023 | 20:53 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- ­Karnaval sekolah dasar (SD)/madrasah ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Nganjuk berlangsung semarak kemarin. Ribuan peserta mengikuti karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.

Bupati Marhaen Djumadi didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi yang memberangkatkan peserta secara langsung.

Kang Marhaen-panggilan akrab Marhaen Djumadi mengibarkan bendera start tanda pemberangkatan peserta karnaval yang mengambil start di Taman Nyawiji dan finis di Pendapa KRT Sosrokoesoemo Nganjuk. “Semoga anak-anak Nganjuk terus berprestasi dan menjadi juara,” harap Kang Marhaen.

Menurut Kang Marhaen, karnaval ini menjadi semangat bagi anak-anak untuk meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah membuat Indonesia merdeka. “Kita tinggal di Tanah Kemenangan. DNA juara ini sudah ada di diri kita. Jadi, anak-anak harus memiliki mental juara,” tandasnya.

Baca Juga: Ini Kecamatan di Nganjuk yang Jadi Penghasil Bawang Merah Terluas se-Kabupaten

Kang Marhaen meminta kepada anak-anak untuk tetap semangat. Meski suhu panas tetapi mereka tidak boleh menyerah. “Semoga bisa sampai garis finis semua dan tetap semangat,” harapnya.

Di karnaval itu, berbagai kostum menarik ditampilkan saat karnaval tersebut. Yang paling menarik adalah Kostum Putri Sedudo. Kostum tersebut dipakai Jasmine Ayudya Innara, siswi SDN Payaman 3 Nganjuk. Anak dari pasangan suami istri Ardy Arista dan Elok Aditya ini sengaja memakai kostum Putri Sedudo agar Air Terjun Sedudo semakin dikenal masyarakat. “Air Terjun Sedudo adalah objek wisata andalan Kabupaten Nganjuk,” ungkap Jasmine.

Karena itu, replika Air Terjun Sedudo dengan tulisan Putri Sedudo juga dibuat mengikuti Jasmine berlenggak-lenggok di sepanjang Jalan A. Yani Nganjuk. Jasmine pun bisa naik ke Air Terjun Sedudo tersebut. Sehingga, dia terlihat muncul dari Air Terjun Sedudo.

Photo
Photo

Dana BOS Tidak Boleh untuk PHBN
Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk melarang sekolah menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk kegiatan peringatan hari besar nasional (PHBN). Termasuk, untuk kegiatan karnaval dan lomba-lomba di Agustusan. “Peruntukan dana BOS tidak untuk kegiatan PHBN,” tandas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi kemarin.

Untuk itu, kegiatan PHBN yang marak di Agustusan itu tidak boleh menggunakan dana BOS. Sekolah yang ingin memeriahkan Agustusan harus menggunakan dana swadaya dari wali murid. “Tidak boleh memaksa. Harus secara sukarela,” ingat Sopingi.

Dengan Kurikulum Merdeka, wali murid dan siswa bisa berhak menentukan kegiatan PHBN sesuai dengan kemampuannya. Tidak boleh memberatkan orang tua wali murid dan siswa.

Baca Juga: Blangko E-KTP di Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk Kosong, Ini Jumlah Pemohon dalam Sehari

Selain peringatan PHBN, beberapa hal juga tidak boleh menggunakan dana BOS. Berdasarkan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (arkas) dari website kemendikbud, disebutkan BOS yang diterima oleh sekolah tidak boleh digunakan untuk simpan pinjam, membeli software untuk pelaporan keuangan BOS, membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah, antara lain studi banding, membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD kecamatan/kabupaten/kota/provinsi/pusat, membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru, membiayai akomodasi untuk kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah, membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/peserta didik untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah).

Selain itu, BOS juga tidak boleh untuk rehabilitasi sedang dan berat, tidak boleh membangun gedung/ruangan baru, kecuali pada SD/SMP yang belum memiliki prasarana jamban/WC dan/atau kantin sehat, tidak membeli lembar kerja siswa (LKS) dan bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran, tidak boleh menanamkan saham dan tidak boleh membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat/pemerintah daerah.

Sementara itu, kemarin, karnaval tingkat SD di Kecamatan Nganjuk berlangsung meriah. Peserta antusias mengikuti karnaval dengan rute Taman Nyawiji-Pendapa Pemkab Nganjuk. Karena banyaknya peserta membuat mereka harus dandan sejak Subuh. Sehingga, saat berangkat mulai pukul 13.00 WIB, terlihat sejumlah peserta dalam kondisi mengantuk. “Masih ngantuk soalnya make up sejak pagi,” ujar Azzahra, salah satu peserta yang beberapa kali menguap saat berjalan. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sedudo #karnaval #Sedudo di Nganjuk #air terjun sedudo