Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Jangka Waktu Kerja Pekerjaan Ombyok Berambang Nganjuk

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 4 Agustus 2023 | 18:34 WIB

Photo
Photo

Berkah yang didapat ibu rumah tangga di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan dari bisnis bawang merah adalah menyortir bibit. Setiap kali pedagang kulakan bibit, mereka bisa direkrut untuk bekerja sebagai buruh ombyok.

“Lumayan, kalau sehari dapat 100 kilogram upahnya Rp 80 ribu,” ujar Mustakimatin sembari menyebut bayaran satu kilogram Rp 800. Lansia yang kini berusia 63 tahun itu mengatakan, pendapatan untuk buruh ombyok itu tergantung dari banyaknya jumlah bibit yang dikulak pedagang.

Sebagai buruh ombyok, dia pernah menyortir bibit bawang merah selama dua hari. Ketika itu, kulakan bibitnya sangat banyak dan yang bekerja sebagai buruh ombyok sedikit. Upah yang dia terima saat itu mencapai Rp 250 ribu. Saat itu dia bisa ombyok bibit lebih dari satu kuintal.

Baca Juga: Ratusan Ribu Status Nikah di Kabupaten Nganjuk Belum Tercatat, Kok Bisa?

“Uangnya bisa buat beli kebutuhan dapur, seperti beras, gula, dan bumbu masak,” kenang nenek yang kerap disapa Matin tersebut.

Sayangnya, pekerjaan sebagai buruh ombyok itu tidak bisa setiap hari. Ibu-ibu rumah tangga itu harus menunggu pedagang bibit kulakan atau panen. Biasanya, mereka akan menerima pekerjaan tiga bulan sekali.

Tanem, pedagang bibit bawang merah asal Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan mengungkapkan, setiap kali kulakan dirinya akan memberi tahu ibu-ibu tetangganya. Buruh ombyok yang didominasi ibu rumah tangga itu biasanya antusias untuk memilah bibit dalam satu ikat dengan berat rata-rata 3-4 kilogram.

Baca Juga: Tim Sepak Bola Porprov Kabupaten Nganjuk Tergabung di Grup C, Ada Siapa Saja?

Sebagai pedagang bibit, Tanem mengaku senang bisa berbagi dengan menciptakan pekerjaan bagi tetangganya. Dia juga memilih ibu-ibu untuk mengerjakan ombyok bibit karena dianggap lebih lincah. “Ibu-ibu itu kalau bekerja bisa cepat dan telaten,” akunya.

Pekerjaan ombyok itu digemari ibu-ibu tetangga desanya karena dikerjakan di dalam gudang. Ketika melakukan penyortiran, ibu-ibu itu tidak perlu panas-panasan seperti pekerjaan buruh tani. “Kalau di tempat saya buruh ombyoknya sudah ada khusus,” ungkapnya.

Selain di tempat Tanem, para buruh ombyok bisa juga bekerja di tempat pedagang lainnya. Di desanya, ada hanya ada tiga orang saja. Selain dirinya juga ada adiknya dan tetangganya. Dia bersyukur bisa berbago rezeki dengan para tetangganya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#petani brambang nganjuk #petani #brambang nganjuk #brambang