NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hujan air mata mewarnai kedatangan jemaah haji cadangan dari Kabupaten Nganjuk kemarin. Keluarga jemaah yang menunggu di Pendapa KRT Sosrokoesoemo langsung memeluk anggota keluarganya yang pulang dari Tanah Suci saat turun dari bus. Mereka saling berpelukan dan menangis. “Alhamdulillah bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga lagi,” ujar Lamini, 52, warga Desa Banaranwetan, Kecamatan Bagor, kemarin.
Sambil memeluk anaknya, Lamini yang berangkat ke Tanah Suci bersama suaminya, Jawianto tersebut mengaku bersyukur bisa menunaikan ibadah haji. Dia pun berdoa dan berharap menjadi haji yang mabrur.
Sementara itu, Nur Lailin, 31, anak Jawianto dan Lamini mengaku senang bisa bertemu dengan orang tuanya lagi. Dia pun berangkat ke pendapa dengan mengajak keluarga. “Tetangga juga ikut menjemput,” ujarnya sembari mengatakan ada empat mobil yang menjemput Jawianto dan Lamini.
Terpisah, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk melalui Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hanif Kamaludin mengatakan, ada 24 jemaah haji cadangan yang pulang kemarin. Mereka berasal dari kloter 80. “Alhamdulillah 24 jemaah haji pulang dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Untuk kedatangan jemaah haji kloter 80 ini mengalami keterlambatan. Jadwal awal, mereka tiba di Tanah Air pada pukul 11.20 WIB. Namun, karena terlambat maka jemaah haji baru tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Sehingga, baru tiba di Nganjuk pukul 14.50 WIB. Karena itu, keluarga jemaah haji harus menunggu berjam-jam di pendapa.
Hanif mengatakan, rencananya, besok akan ada jemaah haji cadangan yang kembali ke Kota Angin. Total ada 19 jemaah haji. “Mereka tergabung di kloter 88,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah