Sektor pertanian bawang merah tidak hanya menciptakan peluang kerja sebagai buruh tani. Pedagang bibit berambang pun butuh tenaga buruh yang bertugas menjemur bawang merah. Tenaganya dibutuhkan untuk mengangkut bawang merah dari gudang ke tempat penjemuran.
“Saya tidak akan mampu kalau menjemur bibit bawang merah itu sendirian,” ungkap Sumiran pedagang asal Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan. Pria berusia 56 tahun itu memiliki persediaan bibit dalam jumlah besar. Di gudang tempat penyimpanan, dia punya bibit sebanyak empat ton.
Karena butuh tenaga tambahan dia terpaksa mencari buruh jemur bibit bawang merah. Pekerjaan buruh itu biasanya dilakukan saat pasokan bibit yang mengalami kelembaban. Karena tidak boleh lembab, bibit harus dikeluarkan dan dijemur.
“Ya harus membayar jasa buruh jemur. Bayarannya harian,” ujar Sumiran kepada Jawa Pos Radar Nganjuk. Berapa ongkos yang harus dibayar untuk buruh jemur? Untuk membayar buruh jemur, Sumiran akan melihat jumlah ketersediaan stok bibit yang diangkut dari gudang. Jika yang dijemur hanya satu ton dia akan membayar Rp 80 ribu sekali jemur.
Baca Juga: Cerita-Cerita Berakhirnya TV Analog di Kabupaten Nganjuk
Tapi jika jumlahnya lebih dari satu ton, buruh bisa menerima Rp 100 ribu sampai Rp 125 ribu per hari. Karena yang bekerja sudah kenal, dia biasanya memberi fee tambahan untuk buruhnya. “Kadang kalau nggak mentolo saya beri lebih,” aku bapak satu anak itu.
Buruh jemur yang bekerja dengan Sumiran adalah Prapto. Pria 40 tahun itu adalah tetangganya di Desa Ngudikan, Wilangan. Kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, Prapto mengaku tidak hanya bekerja sebagai buruh jemur. Dia juga menggarap sawah milik Sumiran. Saat tenaganya dibutuhkan untuk menjemur bawang merah, dia harus selalu siap. “Bisa untuk tambah-tambah penghasilan,” tutur Prapto.
Untuk menjemur bibit bawang merah, dia harus mengangkutnya dengan gerobak. Dari gudang menuju halaman pekarangan rumah Samiran. Satu gerobak berisi sekitar 50 kilogram. ”Satu ombyok bibit ini kan beratnya sekitar 4-5 kilogram, satu gerobak saya bisa bawa 10 ombyok,” terang Prapto.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah