NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kota Angin sudah masuk musim kemarau. Saat siang hari, cuaca di Nganjuk begitu menggigit. Seperti kemarin, saat jarum jam menunjukkan pukul 13.00, suhunya mencapai 40 derajat celsius.
Menurut Bagus Handono, 61, warga Kelurahan Ganungkidul, suhu panas sudah terjadi sekitar satu minggu terakhir. “Sekarang mudah haus,” katanya. Akibat perubahan tersebut, dia merasa mudah kehausan. Jika kurang minum bibirnya menjadi kering dan pecah-pecah.
Pria yang kesehariannya menjadi pengayuh becak itu mengaku, bila di tempatnya mangkal di Alun-Alun Nganjuk terasa sangat panas. Saking panasnya, dia harus mengonsumsi air lebih banyak. “Ini saja saya sudah habis empat gelas es,” akunya sambal menunggu pelanggan anak sekolah pulang.
Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan, Pertaminan Gelontorkan Puluhan Ribu Elpiji Melon di Kediri Raya
Bukan saja Bagus, rekannya Nur Rokhan, 59, yang juga sebagai penarik becak mengaku, sudah meminum dua botol air mineral 1,5 liter. Sejak cuaca di Kota Angin menjadi sangat panas, Rokhan harus membawa bekal minuman dri rumah.
“Biasanya saya juga enggak bawa air putih, lho, Mas kalau mbecak. Dua hari terakhir ini saya bawa terus,” kata Rokhan yang sempat pulang ke rumah untuk isi ulang air minumnya.
Cuaca panas yang mereka rasakan di bulan ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Saking panasnya, Rokhan terus meneguk air mineral dalam botol berukuran 1,5 liter.
Baca Juga: Puncak Hari Jadi Kota Kediri ke-1.144 dengan Manusuk Sima, Ini Pesan Wali Kota Abu
Beberapa kali ia masukkan ke gelas plastik bekas es alpukat yang masih ada tersisa es batunya. Dia melakukan itu untuk menambah rasa dingin ketika bercampur es batu. “Semoga besok-besok gak sepanas siang ini,” imbuh Rokhan.
Semenatara itu, Kepala BMKG Sawahan Sumber Harto melalui Kepala Kelompok Operasi (Kapoksi) BMKG Sawahan Tekad Sumardi mengatakan, panas yang terjadi terjadi saat musim kemarau ini masih kategori normal. “Ya karena sudah musim kemarau. Masyarakat kami imbau tetap menjaga kesehatan,” ujar Tekad.
Untuk diketahui saat musim kemarau, pada siang hari, terik sinar matahari maksimal karena tidak ada tutupan awan. Akibatnya permukaan bumi menerima radiasi yang maksimal.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah