Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Isak tangis warga Nganjuk menyambut kedatangan jemaah haji tumpah ketika tamu Allah tiba di Pendapa KRT Sosrokoesoemo Pemkab Nganjuk pada Selasa (18/7). Berangkat dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya menggunakan empat bus, jemaah haji baru sampai di Pemkab Nganjuk sekitar pukul 19.00.
Bupati Marhaen Djumadi juga ikut menyambut kedatangan mereka di Pendapa KRT Sosrokoesoemo. Sebelum mereka pulang ke rumah, orang nomor satu di Kota Angin itu memberikan sambutan untuk para tamu Allah itu. "Semoga njenengan semua menjadi haji yang mabrur," ucap Marhaen untuk seluruh jemaah haji yang baru saja menginjakkan kaki di Kota Angin.
Setelah mendengar sambutan bupati, para jemaah lalu dipersilakan kembali ke rumahnya masing-masing. Keluarga yang sudah menunggu sejak sore memanfaatkan momen itu dengan saling memeluk. "Alhamdulillah, sangat senang bisa berangkat dan pulang dengan selamat dan sehat," aku M Kholil, 71, jemaah asal Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom.
Baca Juga: Lurah Kramat Suhadi Punya Banyak Pengalaman di OPD, Ini Sosoknya
Karena sudah tidak lama bertemu dengan keluarganya, Kholil bergantian memeluk anak dan cucunya di halaman pendapa. Air mata bahagia tumpah ruah di halaman pendapa. Bukan saja Kholil, jemaah lain seperti Sulastri, 67, juga tak kuasa menahan air mata.
Perjuangannya menanti hingga 11 tahun akhirnya terbayar lunas. Sebelumnya, dia harus menunda keberangkatan selama dua tahun. “Waktu itu masih pendemi Covid-19. Setelah dua kali tertunda akhirnya saya bisa berangkat. Senang sekali rasanya bisa menyelesaikan semua tahapan haji di sana (Tanah Suci, Red)," imbuhnya.
Untuk diketahui, pada Selasa (18/7) lalu ada dua kelompok terbang (kloter) pulang ke Kota Angin. Pertama adalah kloter 34, sampai di Asrama Haji Sukolilo sekitar pukul 14.45. Kemudian disusul oleh kloter 33. Kloter ini sempat transit di Bandara Kualanamu, Medan sekitar pukul 13.50. Mereka terbang dari Medan menuju ke Surabaya.
Baca Juga: Bunga Pohon Tabebuya di Depan Taman Nyawiji Nganjuk Mulai Bermekaran
Informasi yang dihimpun koran ini, terlambatnya kedatangan haji asal Kabupaten Nganjuk ini ditengarai karena mobilitas di bandara yang molor. Salah satunya melalui perjalanan dari hotel sampai ke pesawat di Arab Saudi.
“Saat proses pengecekan X-Ray, barang bawaannya dari hotel ke pesawat sangat lama,” ujar Agus Frihannedy selaku Petugas Haji Daerah (PHU)
Sebanyak 398 jemaah haji mengalami keterlambatan karena harus melalui mesin x-ray. Mereka yang ditarget tiba di Kota Angin sore hari harus sampai pada malam hari. Bahkan ada yang tiba di rumahnya dini hari kemarin.
Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Nganjuk Hanif Kamaludin mengatakan, titik penjemputan bagi jemaah haji sama seperti saat mengantar. Keluarga jamaah bisa menunggu di luar pendapa. Untuk kloter yang tiba terlebih dahulu adalah kloter ke-34. “Kedatangan jemaah haji sesuai dengan jadwal keberangkatan,” katanya. Seperti diketahui, kloter 34 berangkat lebih awal kemudian disusul kloter 33.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.