Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pulang Duluan, Jemaah Tertua Kabupaten Nganjuk Sudah Tiba di Rumah

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 17 Juli 2023 | 20:40 WIB

 

SUJUD: Jemaah tertua asal Kota Angin ini pulang duluan bersama kloter 24 yang berisi Jemaah Haji Tuban dan Lamongan.
SUJUD: Jemaah tertua asal Kota Angin ini pulang duluan bersama kloter 24 yang berisi Jemaah Haji Tuban dan Lamongan.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kasbulah jemaah haji tertua asal Kota Angin pulang dengan selamat. Jemaah berusia 93 tahun itu tiba di Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk pada Sabtu (15/7) sekitar pukul 10.00. Ia dijemput tiga anaknya di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Setiba di rumahnya, Kasbulah langsung melaksanakan salat sunnah. Yaitu salat safar. “ Salat sunnahnya di Musala Darul Falah, Kelurahan Kauman. Alhamdulillah kondisi Bapak sehat,” terang Khanafi, 62, putra kedua Kasbulah kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Untuk diketahui, Kasbulah yang juga pensiunan Sekretaris Kelurahan Kauman itu pulang lebih awal. Sesuai jadwal Kasbulah yang tergabung dengan kelompok terbang (kloter) 33 itu seharusnya pulang pada Selasa (18/7). Karena kondisi kesehatannya sempat menurun dia dipulangkan lebih dulu.

Baca Juga: Jemaah Haji Kabupaten Nganjuk Pulang ke Tanah Air pada 18 Juli, Ini yang Tidak Boleh Dibawa

Jemaah haji kloter 33 yang pulang lebih awal bukan saja Kasbulah. Satu jemaah haji lagi yang pulang lebih awal adalah Malik. Dua jemaah lansia ini ditanazulkan bersama kloter 24. Mereka bergabung dengan jemaah haji dari Tuban dan Lamongan. “Hanya dua jemaah lansia yang pulang lebih awal,” kata Petugas Haji Daerah (PHD) Kloter 33 Agus Frihannedy. Adapun puluhan jemaah lainnya kembali ke Nganjuk sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Sementara itu, jemaah haji kloter 28 berjumlah 94 jemaah pulang dengan selamat. Kemarin (16/7) mereka tiba di Pendapa KRT Sosrokoesoemo pada pukul 12.50 menggunakan dua armada bus. Kedatangan mereka sedikit mundur dari jadwal yang sudah ditetapkan. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Penyelerangga Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Nganjuk Hanif Kamaludin, kepulangan jemaah haji kloter 28 diperkirakan tiba di Nganjuk pukul 10.00.

Mundurnya waktu kedatangan itu terjadi saat jemaah haji baru sampai di Surabaya. Di sana, petugas membutuhkan waktu banyak untuk mobilisasi jemaah sekaligus memindahkan koper. “Dua bus yang membawa 94 jemaah haji itu baru berangkat dari asrama sekitar pukul 11.00,” katanya.

Baca Juga: Satu Jemaah Haji Kabupaten Nganjuk Masuk RS karena Kelaparan, Bupati Marhaen Protes Keras
Meskipun molor, para jemaah tiba di Nganjuk dengan selamat. “Yang penting saya selamat dan sekarang bisa berjumpa lagi dengan keluarga,” ujar Muhlisatul Hidayah, 55, jemaah haji asal Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon.

Momen mengharukan tergambar ketika Muhlisatul dipeluk putrinya dan para saudara yang sudah lama menunggu. Kejadian itu terjadi saat ia baru saja turun dari bus. Dia disambut dengan suka cita. Mereka saling memeluk satu sama lain. Menumpahkan rasa rindu yang sudah terpendam selama 42 hari.

“Senang rasanya bisa bertemu dengan Ibu lagi. Alhamdulillah, lega sekali rasanya,” ungkap Muslihatul Umah, 26, putri dari Muhlisatul.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jemaah haji #pulang #haji #nganjuk