Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini yang Diinginkan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi soal Produksi Bawang Merah

Ilmidza Amalia Nadzira • Sabtu, 15 Juli 2023 | 01:04 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, 
JP Radar Nganjuk - Bupati Marhaen Djumadi bertekad mewujudkan Nganjuk Agropolitan. Kemarin, Kang Marhaen mengundang Susanto, Duta Petani Andalan Kementerian Pertanian Republik Indonesia; Akad, Ketua Asosiasi Bawang Merah Jawa Timur; ManajerJawa Pos Radar NganjukRully Prasetyo; dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Kang Marhaen, Kabupaten Nganjuk harus menjadi Nganjuk Agropolitan. Untuk itu, perlu ada produk unggulan Kabupaten Nganjuk yang selalu ada saat dibutuhkan dan petani selalu untung.

“Jangan sampai saat banyak permintaan, barangnya tidak ada. Kemudian, saat panen raya, harga turun, petani rugi,” ujarnya. Untuk Nganjuk Agropolitan, Kang Marhaen ingin fokus pada dua hasil pertanian. Yaitu, berambang dan padi. “Saya ingin ada berambang sehat atau berambang kemenangan dan padi sehat,” ujarnya.

Photo
Photo


Agar menarik konsumen maka berambang sehat dan beras sehat itu harus dikemas yang menarik. Kemudian, diberi merek tentang Nganjuk. “Bisa Beras Sehat Nganjuk dan Berambang Sehat Nganjuk,” ujarnya.

Setelah itu, branding harus dilakukan. Publikasi di media massa harus dilakukan. Sehingga, produk Nganjuk tersebut bisa dikenal masyarakat. “Jangan sampai sudah dimuat di media massa tetapi saat masyarakat tanya, barangnya malah tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu, Susanto memaparkan idenya untuk menerapkan lean farming agar petani selalu mendapatkan keuntungan setiap panen. Kemudian, berambang sehat atau beras sehat bisa dihasilkan. Karena dengan sistem lean farming, petani tidak perlu bingung lagi terkait pupuk kimia. “Masalah pupuk akan teratasi,” tandasnya.

Baca Juga: Dinas Tenaga Kerja Cetak 80 Penjahit Andal dengan Manfaatkan DBHCHT

Menurut Susanto, dengan lean farming akan banyak keuntungan yang didapat petani. Karena sistem ini, lahan pertanian akan berupa hamparan. Tidak lagi per petak-petak. Sekelompok petani bisa membuat korporasi dengan menyediakan lahan berupa hamparan. Kemudian, petani akan fokus menggarap lahan sesuai dengan sistem yang ditentukan.

“Lean farming ini hemat anggaran/biaya, efektif dan efesien dalam pengendalian OPT, petani bisa fokus menggarap lahan tanpa memikirkan modal, peluang pasar semakin luas serta punya nilai tawar, laba dinikmati petani atau korporasi, dan lebih aman,” terangnya.

Agar sistem lean farming bisa dijalankan dengan maksimal maka pembahasan akan lebih intensif. Sehingga, target akhir bulan ini, sistem lean farming bisa dilaksanakan di Kota Angin. “Perlu pembahasan yang lebih mendalam dengan semua pihak yang terkait,” ujar Susanto.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#bupati nganjuk #kang marhaen #bawang merah #petani nganjuk