NGANJUK,JP Radar Nganjuk - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk terus mencetak tenaga kerja andal di Kota Angin. Kemarin (13/7), dinas yang dipimpin Supiyanto itu menggelar pelatihan menjahit. Ada 80 orang yang menjadi sasaran pelatihan tersebut.
“Kegiatan itu memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2023.” kata Supiyanto selaku Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk.
Tujuan digelarnya pelatihan menjahit ini adalah untuk mengurangi angka pengangguran terbuka di Kota Angin. Lewat pelatihan menjahit, dia berharap bisa mencetak penjahit andal. Kemarin, pelatihan digelar di dua lokasi berbeda. Yaitu di Desa Macanan, Loceret untuk gelombang III dan Desa Sambiroto, Baron gelombang IV. Di setiap lokasi, pesertanya berjumlah 20 orang peserta.
Mereka akamelaksanakan pelatihan selama sepuluh hari. Kegiatan tersebut meneruskan pelatihan menjahit sebelumnya yang masuk dalam gelombang I dan II. “Kegiatan dibagi empat gelombang dalam satu tahun. Ini pelatihan terakhir tahun ini. Masing-masing-masing gelombang diisi 20 orang peserta,” terang Supiyanto. Dalam setahun, total peserta yang ikut pelatihan ini adalah 80 orang.
Siapa sasaran pesertanya? Mereka yang aktif ikut kegiatan ini adalah ibu-ibu yang masih usia produktif. Mereka tergolong dalam kategori angka usia kerja. “Harapan kami, penjahit-penjahit yang kami latih ini bisa memanfaatkan ilmunya dengan baik. Sehingga, hasilnya bisa ikut membantu perekonomian keluarga,” ujar Supiyanto.
Lebih jauh Supiyanto mengatakan, selama pelatihan, peserta mendapat berbagai fasilitas. Seperti alat tulis, tas punggung, bahan jahit, hingga materi teori maupun praktik. Bahkan, disnaker juga mengundang narasumber penjahit kenamaan di Kota Angin.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah