Karena Kecamatan Bagor menjadi penghasil berambang keempat di Kota Angin. Di sana, petani berambang sudah selesai panen raya.
Di lahan berambang Kelurahan Guyangan, Kecamatan Bagor sudah mulai tanam kemarin. Ini berbeda dengan petani berambang di Kecamatan Sukomoro yang sedang panen raya.
Itu terlihat dari aktivitas para petani di Kelurahan Guyangan yang sedang menanam bibit berambang. “Kemarau sepert ini sangat cocok untuk menanam berambang,” ujar Munaji, 34, petani berambang asal Kelurahan Guyangan.
Untuk menanam bawang merah, Munaji membutuhkan sekitar 1 kuintal bibit bawang merah. Karena lahan yang dimilikinya seluas 100 meter persegi.
Sehingga, dia butuh sekitar Rp 5 juta untuk modal beli bibit bawang merah. “Per kilogramnya sekitar Rp 50 ribuan, jadi ya Rp 5 juta itu modalnya,” ungkapnya.
Munaji menjelaskan, harga bibit bawang merah itu bermacam-macam. Ada yang berupa benih atau ombyokan dan ada yang berupa bibit. Jika sudah bibit maka usianya sekitar 1 bulan. Sehingga, akan lebih cepat panen.
“Kalau menanam pakai bibit itu bisa empat kali tanam dan empat kali panen dalam satu tahun,” terangnya.
Bibit yang digunakan Munaji varietas jenis Thailand-Nganjuk (Tajuk). Hal itu dikarenakan hasil panennya bisa lebih banyak dibanding jenis yang lain.
Selain itu, Tajuk juga cocok dengan lahan dan musim di Nganjuk. Tahan penyakit. Sama seperti petani di Kecamatan Sukomoro yang memilih Tajuk.
Hal senada diungkapkan Poniran, 68, warga Kelurahan Guyangan ini baru akan menanam bibit bawang merah. Dia juga lebih sreg menanam berambang saat musim kemarau. “Hama dan penyakit berambang lebih sedikit kalau kemarau,” ujarnya.
Editor : Radar Kediri