Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bila Hujan, Longsor Susulan Bisa Terjadi di Bruno, Sawahan

Iqbal Syahroni • Jumat, 7 Juli 2023 | 17:44 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Warga Dusun Bruno, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan cemas. Guyuran hujan Sekitar pukul 13.30, telah menyebabkan terjadi longsor susulan. Tanah yang longsor itu menimbun saluran air Sungai Bruno yang baru saja dibuka warga, relawan, dan OPD terkait.

Tertutupnya saluran air dari Sungai Bruno itulah yang membuat warga semakin waswas. Mereka takut, dampaknya bisa meluas. Sehingga menyebabkan longsor menjadi semakin besar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid mengatakan, adanya longsor susulan itu menjadi peringatan bagi warga agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Disperindag Kabupaten Nganjuk Segera Tertibkan Pedagang Luar Pasar Kertosono

Beruntung longsor susulan itu tidak begitu besar sehingga situasi di lapangan masih kondusif. "Kejadiannya tidak besar, hanya menutup sebagian jalan air yang kami buka kemarin," kata Wakid kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin. Dia menambahkan, longsor susulan terjadi beberapa kali, termasuk pada Rabu (5/7) malam.

Sebab itulah, mantan Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk berupaya tetap membuka saluran air agar aliran Sungai Bruno tidak mampet. Bagi warga, tertututpnya saluran air bisa menyebabkan terjadinya luapan. Airnya akan meluber kemana-mana dan mengancam terjadinya longsor terus menerus. Jika itu terjadi maka aliran Sungai Bruno bisa menjadi penyebab terjadinya banjir.

Peristiwa itulah yang dikhawatirkan warga karena banjir dari Sungai Bruno itu bisa membuat tanah di sekitar sungai tergerus. Alasan itulah yang membuat Wakid dan timnya fokus pada pembukaan saluran untuk aliran sungai. "Saat di lapangan semua anggota harus safety. Jika masih ada longsor susulan maka pekerjaan harus terhenti," tegasnya.

Baca Juga: Ini yang Ditakutkan Pedagang saat Harga Berambang Mulai Turun

Untuk memastikan di lokasi longsor dalam kondisi aman, BPBD akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Sawahan Nganjuk. Hal itu dilakukan untuk memeriksa di sekitar lokasi masih terdapat retakan atau tidak. Pengecekan itu penting, jika nanti dinyatakan aman dari retakan maka lokasi tersebut aman untuk dilewati alat berat.

Harapannya Sabtu (8/7) alat berat sudah bisa beroperasi di lokasi longsor. "Alat berat ini bisa mempercepat proses pembersihan tanah, agar aliran air sungai menjadi lancar," jelasnya.

Sementara itu, Katimin, 56, lelaki yang tinggal sekitar 200 meter di sebelah selatan titik longsor masih merasa waswas. Apalagi pada Rabu (5/7) malam, dia juga menyaksikan adanya longsoran. Rasa takutnya semakin tinggi saat hujan mengguyur di desanya.

“Memang hujannya tidak deras. Tapi kami di sini (dekat lokasi longsor, Red) merasa waswas kalau tanahnya masih belum stabil ," ungkapnya. Dia dan warga lainnya masih takut, longsor akan meluas hingga sampai ke lokasi permukiman.

Baca Juga: Striker Persik Kediri Flavio Silva Suka Belanja di Toko Kelontong, Ini Kebaikannya pada Penjual

Untuk diketahui BPBD Kabupaten Nganjuk bersama petugas gabungan dan warga membersihkan meterial longsor sejak Rabu (5/7) pagi. Petugas bersama warga bergotong-royong menggunakan alat seadanya. Mulai pemotongan sejumlah pohon hingga membersihkan meterial tanah serta bebatuan yang menutup aliran sungai di Dusun Bruno, Desa Ngliman pada Selasa (4/7) siang.

Selain BPBD dan warga setempat, lembaga yang terlibat dalam pembersihan bekas longsor adalah Tagana, TNI-Polri, Pramuka, dan PMI. Mereka memperioritaskan pembersihan material tanah dan bebatuan yang menimbun aliran sungai.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#longsor nganjuk #longsor #tanah longor #bencana alam