Wakil Direktur Klimas dr Maria Riandika, Sp.M, baksos tersebut sengaja digelar. Tujuannya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Apalagi saat ini banyak masyarakat yang terkena katarak.
“Untuk itu kami gelar baksos ini agar masyarakat yang terkena katarak mendapat tindakan medis berupa operasi. Sehingga bisa kembali beraktivitas dengan normal. Dengan harapan yang lebih besar lagi, mendukung Kabupaten Nganjuk yang maju, sehat, dan sejahtera,” ujarnya.
Lebih jauh dr Maria mengatakan, baksos kali ini diikuti sebanyak 54 orang pasien. Mereka ditangani oleh tujuh orang dokter spesialis mata. Adapun tindakan yang dilakukan menggunakan metode Pachoemulsifikasi. Atau metode operasi katarak minim sayatan menggunakan mesin ultrasonik.
“Meski baksos ini gratis bagi masyarakat, namun tindakan yang kita lakukan tetap yang terbaik. Baik metodenya, maupun alat operasi canggih seperti yang kita miliki,” tandas dr Maria.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari PT Erlangga Edi Laboratories (Erela). PT Erela adalah perusahaan farmasi yang memproduksi obat mata, khususnya penyakit katarak.
Turut hadir pada kegiatan itu, Direktur PT Erela, Andreas Haryanto. Dalam sambutannya, Andreas mengatakan pihaknya rutin memberi dukungan pelaksanaan kegiatan serupa. Bahkan berkeliling dari satu daerah ke daerah lain. “Kebetulan kami terpanggihl. Dan hari ini kami bisa hadir di Nganjuk untuk mendukung kegiatan Klinik Mata Ayu Siwi ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat Nganjuk,” tambah Andreas.
Selain di Klimas, baksos juga berlangsung di Puskesmas Nganjuk. Di sana digelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat umum. Masyarakat dapat memeriksakan kesehatan di sana. Seperti cek gula darah, tenakanan darah, dan pemeriksaan lainnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, pelaksanaan baksos di Puskesmas Nganjuk diikuti antusias peserta. Sejak pagi mereka sudah antre untuk memeriksakan kesehatannya. Usai diperiksa, peserta juga mendapat obat sesuai keluhannya. Semua gratis tanpa dipungut biaya. Editor : Anwar Bahar Basalamah