Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

CJH Kabupaten Nganjuk Sudah Tiba di Madinah, Ini Rangkaian Ibadahnya

Anwar Bahar Basalamah • Sabtu, 10 Juni 2023 | 02:07 WIB
Photo
Photo
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Jemaah haji asal Kota Angin sudah menginjakkan kaki di Madinah pada Selasa (6/6) pukul 23.40 waktu Arab Saudi. Setiba di sana, ratusan jemaah dari kelompok terbang (kloter) 33 dan 34 langsung menuju ke hotel yang jaraknya dari masjid Nabawi kurang dari satu kilometer.

Selama di Madinah, para jemaah akan melaksanakan ibadah arbain. Yakni, salat wajib sebanyak 40 kali berturut-turut selama sembilan hari. Agar ibadah jemaah bisa lancar, mereka diwajibkan untuk mengenakan sandal sebagai alas kaki agar tidak melepuh. “Sebagian jemaah membawa sendiri kantong kresek untuk menyimpan sandalnya (saat salat, Red),” aku Agus Frihannedy selaku Petugas Haji Daerah (PHD) yang mendampingi kloter 33.

Meski sudah disediakan kantong khusus, para jemaah tetap berinisiatif membawa sendiri kantong kreseknya.

Alasan para jemaah itu menyimpan sandal di kantong kresek adalah untuk mencegah mereka lupa menaruh alas kakinya saat beribadah. Dengan cara itu, sandal para jemaah tidak akan hilang. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Nganjuk itu bersyukur kondisi para jemaah masih sehat. “Alhamdulillah semangat jemaah lansia begitu tinggi untuk beribadah. Meski cuaca panas, itu bukan halangan,” ujar Agus.

Untuk diketahui, suhu di Madinah bisa mencapai 45 derajat celcius pada saat siang hari. Lebih tinggi dari pada suhu di Kota Angin yang belakangan ini mencapai 33 derajat celcius saat siang hari. Perbedaan cuaca itu bisa menyebabkan para jemaah rawan mengalami dehidrasi. Alasan itu pula yang membuat para jemaah haji diminta untuk minum air zam-zam saat di Masjid Nabawi dan memakai alas kaki saat keluar dari masjid dan hotel.

Selain wajib menggunakan sandal, mereka juga diminta untuk selalu mengenakan penutup kepala seperti topi, payung, atau sorban. Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hanif Kamaludin menambahkan, sebelum berangkat ke tanah suci semua jemaah sudah diberi bekal untuk antisipasi cuaca panas tersebut. Untuk memantau kesehatan para jemaah sudah ada tim kesehatan yang mendampingi mereka. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ibadah #madinah #jamaah haji #cjh #nganjuk