Menurut Lilik, karena sekolah adalah aset pemkab, dia ingin ganti rugi tidak berupa uang. Namun, tetap berbentuk gedung SDN. Sehingga, kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu.
Lilik ingin bangunan SDN 2 Kedungsuko yang baru nanti tetap berada di dekat lokasi yang lama. Karena siswa di sekolah tersebut adalah warga setempat. Jika lokasinya jauh maka mereka akan kehilangan murid. Padahal, mendapatkan siswa di wilayah tersebut sangat sulit. “Sekarang saja murid kami totalnya hanya 84,” ujarnya.
Selain itu, status SDN 2 Kedungsuko adalah sekolah penggerak. Karena itu lokasi nanti diharapkan tetap di wilayah Kedungsuko. “Mudah-mudahan tidak jauh dari lokasi saat ini,” harap kepala sekolah perempuan ini.
Bagi SDN 2 Kedungsuko, terdampak tol bukan hal baru. Sebelumnya, sekolah ini juga harus dikepras karena terkena Tol Kertosono-Ngawi. Akibatnya, luas lahan SDN 2 Kedungsuko hanya tersisa sekitar 3.000 meter persegi. “Ini terkena tol untuk yang kedua kalinya,” keluh Lilik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kabid Sekolah Dasar Hadi Sukamto mengaku belum mengetahui jika SDN 2 Kedungsuko dan SDN 2 Tegaron terkena Tol Keker. Karena hingga kemarin, laporan dari pihak tol belum masuk ke disdik. “Kami masih menunggu kepastian dan komunikasi dari pihak tol untuk itu,” ujarnya.
Hadi mengatakan, jika nanti sudah ada kepastian maka pihaknya akan meminta relokasi SDN 2 Kedungsuko dan SDN 2 Tegaron tidak terlalu jauh dari lokasi saat ini. Ini agar tidak mengganggu KBM dan siswa setempat bisa tetap sekolah.
Terpisah, Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk Rijatnoko mengatakan, untuk dua aset pemkab berupa SDN 2 Kedungsuko dan SDN 2 Tegaron tersebut masih akan dilakukan rapat koordinasi bersama pemkab Nganjuk. Karena aset pemkab yang terkena tol juga ada berupa tanah kas desa dan jalan. “Nanti akan kami rapatkan dulu soal itu,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah