Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dua SDN Ini Rawan Kena Gusur Tol Kediri-Kertosono

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 25 Mei 2023 | 17:53 WIB
(Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)
(Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ganti rugi Tol Kediri-Kertosono (Keker) yang belum jelas tidak hanya membuat warga terdampak resah. Namun, sekolah dasar negeri (SDN) yang dipasang patok tol juga waswas. Karena hingga kemarin, dua SDN, yaitu SDN 2 Kedungsuko di Sukomoro dan SDN 2 Tegaron di Prambon belum mengetahui kapan akan mendapat ganti rugi. “Belum tahu ganti ruginya apa,” ujar Kepala SDN 2 Kedungsuko Lilik Hariyati.

Menurut Lilik, karena sekolah adalah aset pemkab, dia ingin ganti rugi tidak berupa uang. Namun, tetap berbentuk gedung SDN. Sehingga, kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu.

Lilik ingin bangunan SDN 2 Kedungsuko yang baru nanti tetap berada di dekat lokasi yang lama. Karena siswa di sekolah tersebut adalah warga setempat. Jika lokasinya jauh maka mereka akan kehilangan murid. Padahal, mendapatkan siswa di wilayah tersebut sangat sulit. “Sekarang saja murid kami totalnya hanya 84,” ujarnya.

Selain itu, status SDN 2 Kedungsuko adalah sekolah penggerak. Karena itu lokasi nanti diharapkan tetap di wilayah Kedungsuko. “Mudah-mudahan tidak jauh dari lokasi saat ini,” harap kepala sekolah perempuan ini.

Bagi SDN 2 Kedungsuko, terdampak tol bukan hal baru. Sebelumnya, sekolah ini juga harus dikepras karena terkena Tol Kertosono-Ngawi. Akibatnya, luas lahan SDN 2 Kedungsuko hanya tersisa sekitar 3.000 meter persegi. “Ini terkena tol untuk yang kedua kalinya,” keluh Lilik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kabid Sekolah Dasar Hadi Sukamto mengaku belum mengetahui jika SDN 2 Kedungsuko dan SDN 2 Tegaron terkena Tol Keker. Karena hingga kemarin, laporan dari pihak tol belum masuk ke disdik. “Kami masih menunggu kepastian dan komunikasi dari pihak tol untuk itu,” ujarnya.

Hadi mengatakan, jika nanti sudah ada kepastian maka pihaknya akan meminta relokasi SDN 2 Kedungsuko dan SDN 2 Tegaron tidak terlalu jauh dari lokasi saat ini. Ini agar tidak mengganggu KBM dan siswa setempat bisa tetap sekolah.

Terpisah, Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk Rijatnoko mengatakan, untuk dua aset pemkab berupa SDN 2 Kedungsuko dan SDN 2 Tegaron tersebut masih akan dilakukan rapat koordinasi bersama pemkab Nganjuk. Karena aset pemkab yang terkena tol juga ada berupa tanah kas desa dan jalan. “Nanti akan kami rapatkan dulu soal itu,” pungkasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita viral #berita terbaru #berita hari ini #radar nganjuk #berita nganjuk terbaru