Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hujan Deras, Jembatan Mungkung Ambles

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 23 Februari 2023 | 18:46 WIB
(Foto: Karen Wibi)
(Foto: Karen Wibi)
NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Pengguna jembatan di Desa Mungkung, Kecamatan Rejoso harus gigit jari kemarin. Penyebabnya, jembatan tersebut ambles sejak Selasa malam (21/2). Akibatnya jembatan yang menghubungkan Kecamatan Rejoso dan Kecamatan Bagor itu tidak dapat digunakan warga. Masyarakat sekitar jembatan harus memutar hingga 7 kilometer (Km) jika mau ke Rejoso atau Bagor dan sebaliknya.

Dari informasi yang dihimpun wartawan koran ini, Jembatan Mungkung ambles setelah hujan deras mengguyur Rejoso dan sekitarnya. Tiba-tiba di ujung sisi utara jembatan ambles. Lebarnya sekitar 2 meter dan panjang yang hampir sama yaitu 2 meter. Sedangkan untuk kedalaman jembatan yang ambles yaitu sekitar 15 sentimeter. Ada juta retakan di beberapa bagian jembatan.
“Jembatannya mulai ambles setelah Maghrib,” ujar Supeno, 56, warga Desa Mungkung, Kecamatan Rejoso.

Hujan deras dianggap menjadi penyebab utama. Karena debit air di Kali Awarawar jadi naik. Namun setelah hujan mulai reda, tiba-tiba saja jembatan bagian utara mengalami retak. “Sebelumnya sudah retak, tapi kemarin jadi lebih gede,” ungkapnya.
Warga yang mengetahui hal tersebut menjadi waswas. Benar saja, kurang dari satu jam, jembatan itu lalu ambles. Beruntung, saat kejadian, tidak ada kendaraan yang melintas. “Alhamdulillah tidak ada korban,” ungkap Supeno.

Photo
Photo
(Foto: Karen Wibi)

Walaupun tidak ada korban jiwa, Supeno mengaku warga merasakan dampaknya. Salah satunya adalah jarak tempuh yang semakin jauh. Jika sebelum ambles, warga hanya butuh
menempuh jarak sekitar 100 meter dari Desa Mungkung ke Rejoso atau Desa Mungkung ke Bagor. Sekarang, harus memutar. Jaraknya sekitar 7 kilometer (Km).

Jika dari arah timur, warga harus memutar melewati Desa Kedungdowo. Sedangkan, jika dari barat, warga harus menuju ke Desa Kerep lalu ke Desa Kutorejo, baru keluar ke Kelurahan Guyangan. “Karena di sekitar sini tidak ada jembatan lain,” ujar pria yang bekerja sebagai buruh tani itu.

Apalagi di sebelah utara Jembatan Mungkung itu ada pasar. Warga setempat berbelanja di pasar itu setiap hari.

Terpisah, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid mengaku sudah mendapat laporan Jembatan Mungkung ambles. Setelah mendapat informasi pada Selasa malam, Wakid langsung menuju lokasi kejadian. Saat itu, petugas ll melakukan penutupan pada kedua sisi Jembatan Mungkung.

Lalu pada pagi harinya, Wakid langsung melakukan pemeriksaan pada jembatan. Hasilnya, diketahui jika amblesnya jembatan terjadi karena gerusan air sungai.

Gerusan itu terjadi karena adanya sumbatan di jembatan sisi selatan. Akibatnya, arus air sungai menjadi berbelok ke jembatan sisi utara. Sehingga, pondasi jembatan menjadi ambles. “Ada sumbatan dari pohon bambu,” terangnya.

Wakid mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Harapannya jembatan dapat segera diperbaiki. Sehingga, warga bisa kembali melintasi jembatan itu. “Semoga jembatan dapat segera diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono langsung gerak cepat setelah mengetahui Jembatan Mungkung ambles. Tatit segera mengecek ke lokasi kemarin sekitar pukul 10.00 WIB. Dia akan berkoordinasi dengan Plt Bupati Marhaen Djumadi agar perbaikan Jembatan Mungkung bisa segera dilaksanakan.

Agar masyarakat sekitar tidak terlalu lama menunggu, Tatit akan meminta pemkab membangun jembatan sementara atau darurat terlebih dulu. "Minimal sepeda motor bisa melintas di jembatan darurat itu," ujarnya.

Untuk pembangunan jembatan permanen, politisi dari PDI Perjuangan ini mengatakan, pemkab bisa menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) di BPBD Kabupaten Nganjuk. Karena amblesnya jembatan itu termasuk dampak bencana alam. "Negara itu harus hadir. Salah satu bentuknya adalah dengan segera melakukan perbaikan jembatan ini dengan cepat," ujarnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #berita viral #berita terbaru #berita hari ini #radar nganjuk