“Ada lima shio yang akan bernasib kurang beruntung di Tahun Kelinci Air,” prediksi Seksi Kerohanian Kelenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro Sebastian Wuisan. Lima shio itu adalah shio ayam, kerbau, kambing, babi, dan ular. Hal ini karena lima shio itu tidak akur dengan Tahun Kelinci Air.
Karena itu, Sebastian meminta, warga yang memiliki lima shio tersebut untuk meningkatkan kewaspadaannya. Mereka harus lebih berhati-hati. Terutama, dalam mengambil segala keputusan yang berhubungan dengan perekonomian dan keuangan. “Jika berbisnis, kelima shio itu akan banyak mengalami rugi,” imbuhnya.
Untuk itu, Sebastian meminta kepada kelima shio untuk memulai bisnis baru di tahun ini. Mereka sebaiknya menjalankan bisnis yang sudah berjalan. Karena secara perhitungan Tionghoa, usaha mereka tidak akan berkembang jika dimulai tahun ini. “Lebih baik tetap menjalankan bisnis yang sudah ada saja,” ujarnya.
Jika kelima shio di atas diprediksi mengalami nasib kurang beruntung, tidak demikian dengan tujuh shio yang lain. Pria asal Manado ini mengatakan, pemilik shio tikus, harimau, kelinci, naga, kuda, monyet, dan anjing adalah orang yang beruntung. Dari ketujuh shio tersebut, pemilik shio tikus diyakini paling mujur di Tahun Kelinci Air. Tidak tanggung-tanggung, pemilik ini bakal mendapat rezeki berlipat ganda. “Semua yang dikerjakan akan berhasil,” katanya.
Menurut Sebastian, pemilik ketujuh shio tersebut akan menjalani tahun yang baik di 2023. Semua usaha yang dikerjakan akan cenderung berhasil. Tidak hanya dalam urusan ekonomi. Namun juga urusan keluarga, kesehatan, dan jodoh. “Kalau mau berbisnis, pemilik tujuh shio itu bisa memulai di tahun ini,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Nganjuk Liwidjaja Soeryo Soenarko menjelaskan, ramalan shio merupakan budaya Tionghoa. Namun, dia pribadi, tidak ingin mengambil pusing terkait ramalan shio di Tahun Kelinci. Dia meyakini selama berusaha keras dan rendah hati, rezeki bakal terus mengalir. Tidak lantas berpangku tangan. “Tuhan pasti kasih rezeki ke umat-umatnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh drg Ronny INK, salah satu warga keturunan Tionghoa di Kota Angin. Pria pemilik shio kerbau ini mengaku tidak percaya 100 persen dengan ramalan shio. Namun, dia tetap berusaha melihat sisi baiknya. “Kalau ramalannya baik, diamini. Kalau kurang baik, dijadikan motivasi agar lebih semangat dan waspada dalam berusaha,” ujarnya.
Sehari setelah perayaan Tahun Baru Imlek, Kelenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro akan mengadakan sembahyang Cie Suak. Sembahyang ini dipercaya dapat menolak kesialan bagi pemilik shio yang diramal bakal apes tahun ini. “Sembahyang Cie Suak dapat diartikan sebagai tolak bala. Digunakan bagi pemilik shio yang diramalkan akan mendapat apes,” ujar Seksi Kerohanian Kelenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro Sebastian Wuisan.
Sembahyang Cie Suak itu dilakukan dengan memohon doa restu kepada para dewa. Harapannya, dengan sembahyang, mereka akan mendapatkan perlindungan. Sehingga, dijauhkan dari segala macam permasalahan. “Bukan berarti menghilangkan masalah. Namun, jika ada masalah, harapannya dapat dilalui dengan baik,” ucapnya.
Meskipun begitu, penjual bahan-bahan kue ini menegaskan sembahyang tersebut tidak hanya dikhususkan untuk shio yang diramal mengalami nasib kurang beruntung. Pemilik shio yang beruntung dan warga juga dipersilakan jika ingin ikut sembahyang. Hanya perlu membawa beberapa benda yang dijadikan syarat. Seperti peralatan sembahyang pada umumnya dan koin. Nantinya, barang-barang tersebut akan dijadikan sesembahan. Selain itu, para pemilik shio yang diramal apes juga akan disiram dengan air mawar. Air mawar sendiri dipercaya dapat menghilangkan efek-efek negatif. “Beberapa siraman, tergantung tiap orang-orangnya,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah