Karena itu, warga antusias menyampaikan aspirasinya dan problem yang dihadiri. Aspirasi yang disampaikan beragam. Mulai dari persoalan infrastruktur, kesehatan, pertanian, hingga kesejahteraan warga.
Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, acara ini dihadiri tak kurang dari 650 orang. Mulai dari kades, perangkat, ketua BPD, ketua RT/RW, kader PKK, kader KB, hingga perwakilan gapoktan. “Kami akan memberikan solusi atas semua keluhan warga secara bertahap,” ujar Kang Marhaen.
Syauqi memberi sambutan saat Pembinaan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perangkat dan Lembaga Desa di Lengkong kemarin. (Foto: Andhika Attar)
Menurut orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk ini pihaknya telah mengupayakan banyak hal bagi warga Lengkong. Salah satunya adalah pengerjaan fisik jalan di beberapa titik. Bahkan, di tahun depan pemkab berencana menyalurkan bantuan mobil siaga bagi seluruh desa di Kecamatan Lengkong. “Jangan sampai ada warga sakit yang tidak bisa tertangani. Urusan kesehatan menjadi salah satu prioritas saya,” tandasnya.
Tak hanya itu, Kang Marhaen menyampaikan komitmennya untuk membawa Kabupaten Nganjuk menjadi lebih baik. Baik dari sisi pemerintahan maupun kesejahteraan masyarakat. “Mari bersama Mbangun Deso Noto Kutho,” ajaknya.
Sementara itu, Plt Camat Lengkong Syauqi NM mengatakan, ada 16 kades yang datang langsung dalam acara itu. Senada dengan Kang Marhaen, Syauqi sepakat bahwa fasilitas kesehatan dilarang menolak pasien. Terutama, warga kurang mampu untuk berobat. “Tidak boleh ada perbedaan antara orang kaya dengan orang miskin,” tandasnya.
Syauqi menjelaskan, acara tersebut juga sebagai bahan evaluasi kinerja selama setahun terakhir. Baik oleh pemerintah desa, kecamatan, hingga daerah. “Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi,” harapnya. .
Untuk diketahui, acara ini turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Gunawan Widagdo, Kepala Dinas PMD Puguh Harnoto, Plt Kadinkes Samsul Huda. Hadir pula, Forkopimcam Lengkong. Editor : Anwar Bahar Basalamah