Sekitar pukul 06.30 WIB, petugas damkarmat tiba di lokasi kejadian. Saat itu, ular sanca bersembunyi semak-semak. Dengan hati-hati, petugas segera mengevakuasi ular. Kemudian, ular diamankan ke Mako Damkarmat Kabupaten Nganjuk. “Evakuasi berjalan lancar dan aman,” ujar Jito Damkar-panggilan akrab Sujito di Damkarmat Kabupaten Nganjuk.
Diduga ular tersebut keluar sarang karena lapar. Dia masuk pekarangan karena mencari makan. Namun, sebelum makan ternak, pemilik rumah sudah memergokinya.
Sebelum mengevakuasi ular sanca kemarin, damkarmat juga melakukan evakuasi sarang tawon pada Selasa malam (22/11). Sarang tawon itu ada di atap rumah Slamet, 63, warga Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono. Evakuasi dilakukan karena sarang tawon itu meresahkan. Ada ratusan ekor tawon di sana. Dikhawatirkan, tawon akan menyerang warga. Sehingga, menyebabkan terluka atau korban jiwa.
Jito Damkar mengatakan, permintaan warga untuk evakuasi ular dan sarang tawon ke damkarmat adalah langkah yang tepat. Karena jika dievakuasi sendiri, risikonya tinggi. Bisa tersengat tawon atau digigit ular. “Evakuasi itu harus dilakukan petugas yang profesional dan berpengalaman,” pungkasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah