Kemarin, di grup WhatsApp (WA) warga Kertosono dan sekitarnya pun viral tentang imbauan agar siswa dari Dusun Nambangan dan Mengkreng, Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri yang bersekolah di SMPN 2 Kertosono, SMKN 1 Kertosono, dan SDN di Kertosono tidak lewat Jembatan Lama Kertosono. Di video berdurasi 30 detik itu, juga diperlihatkan kondisi Jembatan Lama Kertosono yang sudah reyot dan berlubang.
Namun demikian, imbauan tersebut tidak 100 persen mujarab. Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, masih ada siswa dan warga yang lewat Jembatan Lama Kertosono. Mereka seolah tidak takut dengan kondisi jembatan yang nyaris ambruk dan ditutup total untuk kendaraan itu. “Lebih cepat lewat Jembatan Lama,” ujar Aditya, 31, warga Desa Pelem, Kecamatan Kertosono.
Debit air Sungai Brantas diakui Aditya membuat dia waswas saat melintas Jembatan Lama Kertosono. Dia khawatir terperosok dan tercebur ke Sungai Brantas. “Lebih hati-hati jadinya. Tidak boleh melihat ke bawah agar tidak takut,” ujarnya.
Selain membuat warga waswas, arus Sungai Brantas yang deras membuat perahu penyeberangan di sebelah utara Jembatan Lama juga berhenti beroperasi. Hanya terlihat perahu yang terombang-ambing arus sungai. Beruntung, seling di perahu tidak putus. Sehingga, perahu masih ada di lokasi kemarin. “Perahu penyeberangan kami minta berhenti beroperasi sejak Senin (17/10) karena debit Sungai Brantas meningkat dan arusnya sangat deras,” ujar Camat Kertosono Nurul Huda kemarin.
Larangan perahu penyeberangan beroperasi ini demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena risiko perahu terseret arus sungai atau terbalik sangat besar. “Demi keamanan tukang perahu dan penumpangnya,” imbuhnya.
Larangan serupa juga disampaikan untuk warga di sekitar Jembatan Lama Kertosono. Huda mengatakan, sebenarnya, dia juga melarang warga melintas di Jembatan Lama Kertosono. Karena kondisi jembatan yang sangat mengkhawatirkan. Apalagi, saat ini debit Sungai Brantas meningkat dan arus sungai sangat deras. “Warga jangan nekat lewat Jembatan Lama Kertosono. Sangat berbahaya,” ingatnya.
Terpisah, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas saat ini. Terutama, warga di sekitar Sungai Brantas. “Jangan bermain atau memancing di Sungai Brantas,” ingatnya.
Selain itu, Wakid meminta, warga waspada. Karena kemungkinan banjir juga terjadi. Apalagi, saat ini, hujan hampir terjadi setiap hari di wilayah Kediri, Blitar, dan Nganjuk.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nganjuk, Kota Angin akan mengalami cuaca ekstrim. Hal ini akibat fenomena gelombang atmosfer Equatorial Rossby. Selain itusuhu muka laut di perairan Jawa Timur masih hangat dengan anomali antara +0.5 sampai dengan +2.5 derajat celcius. “Kondisi tersebut membuat pembentukan awan Cumulonimbus yang semakin intens,” sambung Kepala BMKG Sumber Harto. Editor : Anwar Bahar Basalamah