Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.55 WIB. Saat itu, Miratno sedang menghangatkan kuah soto. Kemudian, korban memutuskan untuk beristirahat. Sayang, saat itu, tiba-tiba Miratno tertidur. Tak ayal, panci yang digunakan untuk menghangatkan kuah soto terbakar. Api semakin berkobar hingga melalap rombong soto.
Saat api sudah membakar warung, tetangga Miratno mengetahui. Mereka berteriak membangunkan Miratno yang tidur terlelap. “Kebakaran... Kebakaran... Kebakaran...!” teriaknya.
Seketika, Miratno terbangun. Dia terkejut melihat rombong soto sudah terbakar. Karena api berkobar akhirnya peristiwa itu dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. Beberapa menit kemudian, damkarmat datang ke tempat kejadian perkara (TKP). “Kami langsung berusaha memadamkan api yang membakar rombong soto,” ujar Kepla Dinas Damkarmat Kabupaten Nganjuk Sujito.
Sayang, usaha menyelamatkan rombong soto gagal. Si jago merah sudah melalapnya. Bahkan, plafon warung ikut dilalap api.
Meski demikian, damkarmat tidak menyerah. Setelah 30 menit berjuang memadamkan api, akhirnya si jago merah berhasil dijinakkan. Sehingga, rumah Miratno bisa diselamatkan.
Jito Damkar-panggilan Sujito di dinas damkarmat mengatakan, diduga penyebab kebakaran itu karena kelalaian Miratno. Dia tertidur saat menghangatkan kuah soto. “Kebakaran ini murni kelalaian korban,” pungkasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah