Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pertamina Dex Naik, Elpiji untuk Diesel Marak

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 10 Agustus 2022 | 22:30 WIB
MODIFIKASI: Petani di Desa Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom menggunakan elpiji untuk mesin diesel menyedot air. Kenaikan harga Pertamina Dex membuat penggunaan elpiji marak. (Foto: Karen Wibi)
MODIFIKASI: Petani di Desa Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom menggunakan elpiji untuk mesin diesel menyedot air. Kenaikan harga Pertamina Dex membuat penggunaan elpiji marak. (Foto: Karen Wibi)
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Petani di Kabupaten Nganjuk marak menggunakan elpiji untuk pengganti bahan bakar minyak (BBM) mesin disel. Karena harga harga Dexlite dan Pertamina Dex mengalami kenaikan. Harga Dexlite naik dari Rp 15.000 per liter menjadi Rp 17.800 per liter. Kemudian, Pertamina Dex naik dari Rp 16.500 per liter menjadi Rp 18.900 per liter. Kenaikan itu terjadi sejak 3 Agustus. Sedangkan, harga elpiji 3 kilogram tidak mengalami kenaikan. Masih berkisar Rp 18 ribu per tabung. “Murah pakai elpiji 3 kilogram daripada solar,” ungkap Suwarji, 48, petani asal Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom.

Selain lebih hemat, Suwarji mengatakan, untuk mendapatkan solar terkadang sulit. Apalagi, jika ada kenaikan harga BBM. Kelangkaan sering terjadi. Untuk itu, petani lebih memilih memodifikasi mesin diesel. Sehingga, mesin diesel bisa menggunakan elpiji untuk pengganti solar.

Modifikasi mesin diesel tersebut tidak hanya dilakukan Suwaji. Petani-petani di Kota Angin juga banyak melakukannya. Sehingga, mesin diesel dengan menggunkan elpiji marak dipakai untuk irigasi saat musim kemarau. “Banyak yang memakai elpiji karena hemat dan praktis,” ungkapnya.

Untuk itu, Suwarji mengatakan, saat ini, dia sudah tidak terpengaruh dengan adanya kabar kenaikan harga Pertamina Dex dan Dexlite atau kelangkaan. Karena dia dan petani sudah menyiasatinya BBM solar di mesin diesel dengan elpiji 3 kilogram. “Mudah-mudahan saja elpiji 3 kilogram tidak langka dan naik harganya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko mengaku sudah mengetahui banyak petani memodifikasi mesin diesel. Sehingga, mesin diesel mereka bisa menggunakan elpiji untuk pengganti solar. “Laporan dari masyarakat sudah masuk ke kami,” ujarnya.

Karena itu, Haris mengatakan, disperindag akan mengecek ke lapangan. Karena sebenarnya, elpiji 3 kilogram itu adalah elpiji bersubsidi untuk masyarakat kurang mampu. Jadi, penggunanya harus warga kurang mampu. Jika yang menggunakan warga kaya maka akan menjadi salah sasaran. “Nanti kami cek penggunaan elpiji 3 kilogram di masyarakat,” ujarnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#elpiji di nganjuk #elpiji #nganjuk news #kabar nganjuk seputar nganjuk #berita nganjuk #seputar nganjuk #harga pertamina dex #pertamina dex #nganjuk #harga elpiji #berita nganjuk terbaru