Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Nganjuk Sujito, awalnya, Muhajir membakar kayu untuk menghangatkan sapi dan mengusir nyamuk di samping kandang. Setelah api padam, Muhajir masuk rumah.
Saat di rumah itulah, Muhajir melihat asap mengepul dari kandang sapi. Dia menjadi curiga. “Korban akhirnya mengecek ke kandang sapi,” ujar Sujito.
Alangkah terkejutnya Muhajir saat mengetahui, api telah berkobar membakar kandang sapi. Seketika, Muhajir meminta pertolongan ke tetangga. Dengan alat seadanya, mereka berusaha memadamkan api. Sayang, api yang terlalu besar membuat usaha Muhajir dan warga untuk memadamkan api tidak berhasil.
Khawatir, api akan menyambar rumah, warga akhirnya melaporkan peristiwa ke Damkar Kabupaten Nganjuk. Sekitar 15 menit kemudian, petugas damkar datang. Mereka langsung berusaha memadamkan api yang berkobar. Sekitar satu jam, si jago merah bisa dipadamkan.
Sayang, kandang sapi berukuran 6 meter x 10 meter milik Muhajir tak bisa diselamatkan. Kandang tersebut terbakar dan menjadi arang. Sedangkan, sapinya bisa diselamatkan.
Sujito mengatakan, diduga api berasal dari kayu yang dibakar Muhajir di samping kandang. Karena tertiup angin, api akhirnya menyambar kandang. Namun demikian, kepastian penyebab kebakaran masih diselidiki polisi. Karena kasus ini masih dalam penyelidikan. “Polisi yang menanganinya. Kami hanya membantu memadamkan api,” pungkasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah