JP Radar Kediri – Kasus keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dialami 293 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo pada Selasa (1/9) sore.
Pendamping SPPG Sidoarjo Serka Andik mengatakan menu MBG di hari itu meliputi nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.
“Menu hari ini nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel,” ujarnya dikutip dari Jawa Pos Radar Sidoarjo, Selasa (1/9).
Setelah menyantap deretan menu tersebut, para santri ,mengeluh mual, pusing hingga kejang dan harus dilarikan ke enam rumah sakit di Sidoarjo.
Baca Juga: SMPN 1 Kras Kediri Kembali Dapat MBG usai Lama Terhenti Karena Kasus Keracunan
Makanan tersebut dikirimkan oleh pihak SPPG menggunakan ompreng sebanyak sekitar 440 porsi yang tiba di ponpes sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, pengonsumsiannya tidak dilakukan secara serentak karena sebagian santri masih harus mengikuti kegiatan belajar.
"Sebagian dimakan siang, sebagian lagi sore karena santri masih ada kegiatan belajar," jelas Andik.
Sekitar pukul 16.00 WIB, keluhan mulai bermunculan. Sejumlah santri mendadak muntah-muntah, pusing, hingga mengalami kejang. Tak lama berselang, deretan mobil ambulans bergantian memasuki kompleks ponpes guna mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan massal tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh petugas dan pihak berwenang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmita Herawati, mencatat total ada 293 santri yang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, delapan orang di antaranya sempat dilaporkan mengalami gejala berat dan harus menjalani observasi intensif di ruang medis.
Ratusan santri korban keracunan ini terpaksa disebar ke delapan rumah sakit berbeda di Sidoarjo agar segera tertangani, di antaranya RSUD RT Notopuro, RS Siti Hajar, RS Pusura, RS Delta Surya, RS Fatimah, dan RS Porong.
Baca Juga: Hasil Lab Menu MBG yang Sebabkan Keracunan Ratusan Penerima Manfaat di Kras Kediri Positif Bakteri
"Totalnya 293 data terakhir," tegas Lakhsmita pada Selasa malam.
Di sisi lain, Bupati Sidoarjo Subandi memastikan bahwa insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Ia menegaskan seluruh santri yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis yang optimal, dan sebagian di antaranya bahkan sudah diperbolehkan kembali ke pondok pesantren.
"Semuanya anak-anak kita yang tiba di rumah sakit sudah termonitor. Ini tadi yang sudah membaik langsung saya suruh pulang. Jadi, tidak ada korban jiwa, tidak ada," tandas Subandi.
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : Jawa Pos