Ini yang Menurut Gus Ipul Bakal Buat Pembahasannya Memanas dalam Sidang Komisi Muktamar NU

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:32 WIB
 Gus Ipul (Foto: Wahyu Adji)
Gus Ipul (Foto: Wahyu Adji)

 JP Radar Kediri – Dinamika Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) diprediksi semakin hangat saat memasuki sidang komisi. Salah satu materi yang bakal menjadi sorotan ialah mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, pembahasan mekanisme pemilihan tersebut menjadi salah satu materi strategis dalam sidang komisi. Terlebih, terdapat dua opsi yang sebelumnya telah muncul dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU.

"Setelah itu nanti akan ada laporan pertanggungjawaban dilanjutkan nanti sidang-sidang komisi," kata Gus Ipul seusai menghadiri Sidang Pleno I.

Baca Juga: Ribuan Nahdiyin Kediri Bertolak ke Jombang untuk Ikuti Muktamar, ini Alasannya

Menurut dia, opsi pertama menggunakan mekanisme pemilihan yang selama ini diterapkan. Peserta yang memiliki hak suara memilih calon secara langsung melalui sistem one man one vote. Kandidat yang memenuhi syarat dukungan kemudian melanjutkan tahapan pencalonan setelah memperoleh restu Rais Aam.

"Di mana dari hasil Munas dan Konbes itu ada dua opsi. Opsi yang lama yang seperti sekarang ini, yang seperti sebelumnya untuk pemilihan ketua umum itu one man one vote. Siapa yang memenuhi syarat ya dengan jumlah tertentu meneruskan ke pencalonan berikutnya dengan mendapatkan restu dari Rais Aam," jelasnya.

Sementara opsi kedua menawarkan pola berbeda. PWNU dan PCNU yang memiliki hak suara masing-masing mengusulkan lima nama kandidat. Selanjutnya, nama-nama dengan perolehan suara terbanyak diteruskan kepada Rais Aam untuk dipilih.

Baca Juga: Pameran Turats NU Warnai Muktamar ke-35 NU, Khofifah: Dapat Menjadi Referensi Dunia

"Di mana setiap wilayah dan cabang pemilik suara itu mengusulkan lima nama. Seterusnya nanti suara terbanyak bisa diteruskan ke Rais Aam untuk dipilih," paparnya.

Kendati demikian, Gus Ipul menegaskan belum ada mekanisme yang ditetapkan. Kedua opsi tersebut masih akan dibahas dan keputusan final sepenuhnya berada di tangan peserta muktamar.

"Itu adalah opsi yang tentu semua tergantung keputusan muktamar," tegasnya.

Rangkap Jabatan Ikut Dibahas

Selain mekanisme pemilihan ketua umum, Komisi Organisasi juga bakal membahas persoalan rangkap jabatan. Aspirasi tersebut berkaitan dengan kemungkinan pengurus NU menduduki jabatan lain di luar struktur organisasi.

"kemudian yang kedua juga ada pembahasan menyangkut rangkap jabatan. Apakah pengurus itu boleh merangkap jabatan atau tidak atau hanya seperti sekarang ini ketua umum yang tidak merangkap jabatan bersama wakil-wakil ketua umum dan Rais Aam bersama wakil-wakil Rais Aam yang tidak boleh merangkap," terangnya.

Gus Ipul menyebut berbagai usulan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi. Materi yang dibahas pun tidak muncul secara mendadak, melainkan telah melalui proses pembahasan sebelumnya.

"Itu baru berupa aspirasi yang waktu itu dibahas di tingkat Munas dan Konbes. Jadi, sesungguhnya draf materi yang ada ini adalah melalui proses, tidak tiba-tiba," jelasnya.

Baca Juga: Momen Muktamar ke-35 NU, Gubernur Jatim Khofifah Dorong Penggalian Karya Ulama Nusantara

Seluruh aspirasi tersebut selanjutnya akan dibahas dalam Komisi Organisasi sebelum diputuskan melalui mekanisme muktamar.

Di tengah potensi perbedaan pendapat, Gus Ipul mengingatkan peserta agar tetap menjaga suasana Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, perdebatan dan perbedaan pandangan merupakan bagian dari tradisi NU.

"Tapi itulah NU ya, biasa. Kita sudah terbiasa dengan perbedaan. Kita sudah terbiasa berdebat," ujarnya.

Meski demikian, dia meminta seluruh muktamirin tetap menjaga kegembiraan selama mengikuti forum. Apalagi, Muktamar ke-35 NU digelar di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan NU.

"Sebagaimana harapan kita semua, khususnya juga Pondok Pesantren Bahrul Ulum agar apa pun yang terjadi, perbedaan sekeras apa pun kita harus tetap gembira," tuturnya.

Menurut Gus Ipul, keberadaan makam para ulama di sekitar lokasi muktamar juga dapat menjadi pengingat sekaligus sumber inspirasi bagi peserta.

"Kita harus tetap gembira ini berada di pangkuan masjid di pesantrennya Mbah Hasyim Asy'ari di sini. Termasuk juga ada makam Mbah Hasyim Asy'ari. Tidak jauh dari sini ada makam Mbah Hasyim Asy'ari. Ada makam Mbah Istri Syamsuri," katanya.

"Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat, menjadi inspirasi, menjadi motivasi bagi peserta muktamar. Sehingga gembira setelah kita debat dengan suasana gembira yang datang kemudian keberkahan," pungkasnya.(*)

Editor : Mahfud
Muktamar ke-35 NU tambakberas Sidang komisi muktamar nu gus ipul