Kiai Kafabihi Masuk Bursa Rais Aam PBNU, Ponpes Lirboyo Usulkan Duet dengan Yahya Staquf

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:23 WIB
KANDIDAT PASANGAN: Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus berbincang hangat. Nama mereka ramai disandingkan sebagai kandidat Rais Syuriah dan Rais Aam PBNU. (Foto: Dokumen Pribadi Gus Athoillah Sholahuddin Anwar)
KANDIDAT PASANGAN: Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus berbincang hangat. Nama mereka ramai disandingkan sebagai kandidat Rais Syuriah dan Rais Aam PBNU. (Foto: Dokumen Pribadi Gus Athoillah Sholahuddin Anwar)

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Sehari pascapembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada Kamis (27/8) lalu, nama-nama kandidat Rais Syuriah dan Rais Aam menguat.

Salah satunya nama Kiai Kafabihi Mahrus sebagai Rais Aam yang mendapat dukungan dari Ponpes Lirboyo. Salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo itu dipasangkan dengan Yahya Cholil Staquf, sang petahana.

Dikonfirmasi terkait dukungan Ponpes Lirboyo kepada Kiai Kafa, Athoillah Sholahuddin Anwar atau yang akrab disapa Gus Athok membenarkannya. “Kiai Anwar Manshur sudah memberi restu,” ungkap Gus Athok.

Restu dari pengasuh utama Ponpes Lirboyo itu, lanjut Gus Athok, jadi pijakan bagi Lirboyo untuk menyampaikan usulan duet Kiai Kafa dan Yahya Staquf dalam Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang. Sebelum menyampaikan dukungan terhadap Kiai Kafa, menurut Gus Athok dirinya sudah sowan kepada Kiai Anwar Manshur.

Baca Juga: Ribuan Nahdiyin Kediri Bertolak ke Jombang untuk Ikuti Muktamar, ini Alasannya

Kepada Gus Athok, Kiai Anwar Manshur memberi pesan untuk mencalonkan sosok muda dan masih kuat untuk menjalankan amanah.

"Mbah Kiai Anwar Mansur juga sangat setuju dan sangat mendukung. Beliau, dawuh-nya ‘Ya wis sing enom ae, sing jik awake sehat, sing jik kuat, jik rosadawuh beliau begitu seperti itu," tutur Gus Athok.

Dorongan pencalonan Kiai Kafa, lanjut Gus Athok, juga datang dari kalangan alumni Lirboyo. Terutama mereka yang menjadi pengurus organisasi alumni.

Bagi Lirboyo, Kiai Kafa dinilai memiliki pengalaman organisasi yang cukup panjang. Dia sudah menjabat struktural PBNU lebih dari dua periode. Pengalaman itu dinilai jadi modal penting untuk mengemban posisi Rais Aam.

Baca Juga: Pameran Turats NU Warnai Muktamar ke-35 NU, Khofifah: Dapat Menjadi Referensi Dunia

"Jadi pengalaman beliau di organisasi PBNU juga sudah sangat sudah sangat lebih dari cukup," jelasnya.

Selain mengusulkan Kiai Kafa sebagai Rais Aam, Lirboyo juga mendorong Yahya Staquf untuk kembali menjadi ketua umum PBNU. Duet keduanya dinilai bisa saling melengkapi.

Gus Athok mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Yahya Staquf mengenai kemungkinan pasangan tersebut. Menurutnya Yahya juga bisa menerima jika digandengkan dengan Kiai Kafa.

Selebihnya, menurut Gus Athok dua tokoh itu juga sudah memiliki komunikasi yang baik. Karena itu, pasangan tersebut dianggap cukup memungkinkan untuk berjalan bersama dalam kepemimpinan PBNU mendatang.

Menurut Gus Athok, situasi global seperti sekarang butuh sosok berpengalaman. Terutama terkait hubungan internasional. Dia mengklaim, Yahya jadi figur yang sulit ditandingi.

Baca Juga: Momen Muktamar ke-35 NU, Gubernur Jatim Khofifah Dorong Penggalian Karya Ulama Nusantara

"Kalau bukan sosok seperti Gus Yahya nggak bisa mengatasi situasi seperti ini," tegasnya tentang sosok pria yang pernah mendampingi Kiai Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu.

Terpisah, Yahya Staquf secara tersirat menyatakan siap maju lagi. Saat ditanya terkait dugaan adanya intervensi terhadap pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Yahya mengaku tidak khawatir.

Dia menilai struktur di tingkat cabang dan wilayah tetap punya integritas untuk menentukan pilihan secara mandiri.

"Intervensi, saya kira PW dan PC adalah kader-kader yang memiliki integritas yang tinggi. Sehingga mereka tidak mudah dipengaruhi dengan hal-hal yang pragmatis," ujar Yahya di sela Pleno I Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang kemarin (28/8).

Saat ditanya tentang namanya yang kembali menguat sebagai ketua umum PBNU, Yahya tidak membantah atau menolaknya. Dia hanya menegaskan, pemimpin PBNU periode mendatang, sepenuhnya ada di tangan peserta muktamar.

Baca Juga: Ma’ruf Amin Minta Tak Ada Intervensi dan Pengkondisian Muktamar NU, Ini Alasannya!

"Apapun yang menjadi keputusan muktamar ini akan ditentukan masing-masing pengurus Nahdlatul Ulama dengan muktamar ini," tegasnya.

Untuk diketahui, selain Yahya, nama Prof Nasaruddin Umar juga digadang-gadang sebagai calon ketua umum PBNU. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Namun, pria yang menjabat Menteri Agama dan Rais Syuriah PBNU itu memastikan dirinya tidak ikut dalam kontestasi perebutan kursi ketum PBNU. Nasaruddin mengaku akan tetap konsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama.

"Sebagai Menteri Agama, tugas ini membutuhkan konsentrasi penuh," ujar Nasaruddin dalam klarifikasinya lewat video.

Dia juga membantah kabar yang menyebut dirinya akan mundur dari jabatan Menteri Agama dan maju sebagai kandidat ketum PBNU.

Baca Juga: Utak-atik Angka di Muktamar NU, Prabowo: Saya Tidak Mengatur Ini Semua

“Ada hal yang ingin saya klarifikasi muncul di beberapa media sosial. Saya katanya telah mengundurkan diri sebagai Menteri Agama. Saya nyatakan bahwa itu tidak benar. Tidak pernah kami melakukan hal seperti itu ya,” tegas Nasaruddin. (sad/ut)

 

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
Muktamar ke-35 NU nahdlatul ulama ponpes lirboyo yahya cholil staquf Kafabihi Mahrus