JP RAdar Kediri - Warga yang beraktivitas di perairan Jawa Timur perlu meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan prakiraan tinggi gelombang BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, gelombang di sejumlah perairan selatan Jatim masih relatif tinggi pada 26–30 Agustus 2026.
Kondisi paling menonjol diprakirakan terjadi di perairan selatan Jatim. Ketinggian gelombang dapat mencapai lebih dari 2 meter, terutama pada 27 dan 28 Agustus.
BMKG juga memasukkan perairan selatan Jawa Timur hingga selatan Lombok sebagai wilayah yang berpotensi mengalami gelombang sedang.
Dalam prakiraan yang dikeluarkan Senin (25/8), gelombang di Perairan Pacitan pada 26 Agustus berada di kisaran 1,89 meter. Ketinggian meningkat menjadi 1,88–2,52 meter pada 27 Agustus dan 2,05–2,54 meter pada 28 Agustus.
Kondisi serupa diprakirakan terjadi di kawasan selatan Jatim lainnya. Perairan Trenggalek diprakirakan mencapai 1,86–2,54 meter pada 27 Agustus dan 2,05–2,56 meter pada 28 Agustus. Sementara Perairan Tulungagung mencapai 1,84–2,55 meter pada 27 Agustus dan 2,05–2,57 meter pada 28 Agustus.
Untuk wilayah Blitar, gelombang diprakirakan mencapai 1,84–2,55 meter pada 27 Agustus. Kemudian meningkat hingga 2,05–2,58 meter pada 28 Agustus.
Gelombang tertinggi dalam prakiraan tersebut berada di Perairan Malang. Pada 28 Agustus, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,06–2,59 meter.
Di Perairan Jember, gelombang bahkan diprakirakan mencapai 2,09–2,56 meter pada hari yang sama.
Baca Juga: Ombak Laut Selatan Jatim Tinggi Sampai Beberapa Hari Kedepan, Nelayan Diminta Waspada
Memasuki 29 Agustus, kondisi berangsur menurun. Namun, sejumlah perairan selatan Jatim masih berpotensi mengalami gelombang hingga sekitar 2 meter.
Pada 30 Agustus, ketinggian gelombang kembali cenderung lebih rendah, meski masih berada di kisaran 1,7–1,9 meter di sejumlah wilayah selatan.
Sementara itu, kondisi perairan di sisi utara Jatim secara umum lebih rendah. Perairan Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep mayoritas berada di bawah 1,5 meter dalam periode yang sama.
BMKG mengingatkan kondisi gelombang dapat berubah dan menjadi lebih tinggi apabila terdapat awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap. Awan tersebut berpotensi memicu angin kencang sekaligus menambah tinggi gelombang.
Karena itu, nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim sebelum melaut. Terutama bagi nelayan dengan perahu kecil yang beroperasi di wilayah perairan selatan Jatim.
Secara umum, BMKG mencatat perairan selatan Jawa Timur masih berpotensi mengalami gelombang sedang dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya