BMKG Sebut Gelombang Tinggi Masih Mengintai Perairan Selatan Jatim, Sampai Kapan?

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Ilustrasi ombak atau gelombang tinggi.
Ilustrasi ombak atau gelombang tinggi.

 
JP Radar Kediri – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan prakiraan tinggi gelombang laut di wilayah Jawa Timur yang berlaku pada 6–10 Agustus 2026. '

Berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, perairan selatan Jawa Timur masih berpotensi mengalami gelombang dengan kategori sedang hingga tinggi.


Pada periode tersebut, tinggi gelombang di Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi diprakirakan berkisar 2,2 hingga 3,15 meter.

Gelombang tertinggi berpotensi terjadi pada 10 Agustus 2026 di wilayah Perairan Pacitan yang mencapai 2,52–3,15 meter.


Sementara itu, di Laut Jawa bagian timur, tinggi gelombang umumnya berada pada kisaran 0,69–1,55 meter, sedangkan Selat Bali bagian utara diprakirakan mencapai 1,32–1,79 meter.

Baca Juga: Puncak Kemarau Agustus ini: Awas Bencana Kekeringan!
Adapun kondisi gelombang di kawasan perairan utara Jawa Timur, seperti Perairan Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Kepulauan Kangean, umumnya masih berada pada kisaran 0,67–1,55 meter.


BMKG mengingatkan nelayan, operator kapal penyeberangan, serta pengguna jasa transportasi laut agar tetap memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut.

Keberadaan awan Cumulonimbus (Cb) juga perlu diwaspadai karena dapat memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang secara tiba-tiba.


Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun pelayaran diimbau untuk selalu mengikuti informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem di perairan Jawa Timur.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri, BMKG
gelombang tinggi perairan selatan jatim awan Cumulonimbus BMKG ombak