Viral Dokumen Anggaran Pengadaan Kopdes Tembus Rp212 Triliun, Publik Soroti Harga AC dan Rak Pajangan

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 13:58 WIB
Ilustrasi. Pengadaan fasilitas operasional seperti AC hingga rak minimarket modern menjadi bagian dari perencanaan sarana dan prasarana Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.
Ilustrasi. Pengadaan fasilitas operasional seperti AC hingga rak minimarket modern menjadi bagian dari perencanaan sarana dan prasarana Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.

JP Radar Kediri – Dokumen daftar belanja (spending list) untuk pengadaan barang dan biaya konstruksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kembali menjadi sorotan tajam di media sosial. Berdasarkan dokumen yang beredar dan merujuk pada laporan Tempo, total anggaran pengadaan barang serta biaya konstruksi untuk sekitar 80.000 unit Kopdes Merah Putih disebut mencapai angka fantastis, yakni Rp212.837.709.760.000 atau setara Rp212,8 triliun.

Baca Juga: Liputan Khusus: Merasakan Berbelanja di Gerai KDMP yang Sudah Beroperasi, Sepi Pembeli tapi Klaim Omzetnya Bisa Jutaan

Beredarnya rincian angka tersebut memicu gelombang kritik dari warganet, yang menyoroti harga satuan sejumlah barang operasional standar dalam dokumen tersebut, dinilai jauh melampaui harga pasaran normal.

Harga AC 19 Juta, Rak Pajangan Tembus 57 Juta

Sejumlah item yang paling banyak disorot netizen antara lain harga AC berkapasitas 2 PK yang dipatok sekitar Rp19,4 juta per unit, kamera pengawas (CCTV) sekitar Rp10,9 juta per unit, hingga rak pajangan (display rack) yang mencapai angka Rp57,5 juta per unit.

Salah satu akun media sosial, @satriaakbarnugroho, mempertanyakan kewajaran harga-harga tersebut. "Beli di mana sih ini?" tulisnya. Kritik senada juga disampaikan akun @nhdsidiq yang membandingkan harga AC dalam dokumen dengan harga pasaran produk bermerek. "AC 2PK 19 juta merk apaan jir. Daikin aja ga nyampe 9 juta," tulisnya. Sementara itu, akun @jh_herry menyoroti harga pengadaan kipas angin exhaust (exhaust fan) yang tercantum sekitar Rp855 ribu per unit.

Selisih Kecil per Unit, Berlipat Ganda Jadi Triliunan

Mengingat skala proyek yang melibatkan puluhan ribu unit koperasi di seluruh Indonesia, publik menilai selisih harga yang tampak kecil pada tiap barang akan berlipat ganda menjadi akumulasi angka yang sangat besar jika dikalikan dengan jumlah unit koperasi yang mencapai puluhan ribu. Kondisi ini mendorong desakan publik agar pemerintah membuka pembanding harga pasar (benchmarking) secara transparan, serta melibatkan audit independen guna memastikan tidak ada indikasi penggelembungan harga (mark-up) maupun pemborosan anggaran negara dalam program pengadaan tersebut.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kediri Mulai Beroperasi, Produk Sembako Murah Ramai Diminati Warga

Bagian dari Rangkaian Polemik Anggaran Kopdes yang Terus Berlanjut

Sorotan terhadap dokumen ini menambah panjang daftar polemik seputar anggaran program Kopdes Merah Putih dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, publik juga sempat dihebohkan oleh isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun, yang telah dibantah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia menegaskan tidak ada alokasi khusus sebesar itu untuk pembelian kipas angin, dan menjelaskan bahwa total anggaran program Kopdes sebenarnya mencapai Rp2,7 triliun, mencakup pembangunan gedung, kendaraan operasional, serta fasilitas pendukung lain seperti klinik dan rak penyimpanan dengan proses verifikasi dan validasi anggaran yang tengah dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Selain itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) turut menyoroti dugaan mark-up pada pengadaan mobil pikap operasional Kopdes, dengan potensi pembengkakan anggaran diperkirakan mencapai Rp4,86 triliun hingga Rp5,54 triliun apabila dikalikan target pengadaan 80 ribu unit.

Pemerintah Sebut Anggaran Masih dalam Proses Verifikasi

Hingga berita ini disusun, pemerintah belum memberikan klarifikasi resmi secara spesifik terkait dokumen spending list Rp212,8 triliun ini. Namun, mengacu pada pola respons pemerintah terhadap polemik-polemik sebelumnya, seluruh rincian anggaran pengadaan program Kopdes Merah Putih disebut masih akan melalui proses verifikasi dan validasi oleh BPK maupun BPKP, sebelum benar-benar dicairkan dan direalisasikan di lapangan.

 

Oleh: Zebita Rizqi Priyangga

Univ: Universitas Negeri Yogyakarta

Editor : Shinta Nurma Ababil
anggaran kopdes Kopdes Merah Putih Kopdes