JP Radar Kediri – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu pilar kebijakan strategis pemerintah bakal segera mengalami perombakan besar.
Presiden Prabowo Subianto secara tegas menginstruksikan agar program tersebut dievaluasi secara menyeluruh. Tujuannya satu untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar tepat sasaran dan berdampak optimal bagi jutaan anak Indonesia.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu malam (15/7).
Baca Juga: Update Korupsi MBG Oleh Jenderal Polisi, Komisi III DPR RI Sebut Tak Ada yang Kebal Hukum
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkapkan, Presiden menekankan agar proses pembenahan dilakukan secara matang, objektif, dan tidak terburu-buru. Mengingat cakupan program yang menyasar jutaan masyarakat, setiap kebijakan harus didasari oleh kajian yang komprehensif.
”Jadi Pak Presiden benar-benar ingin supaya pembenahannya tidak buru-buru. Harus fair. Itu yang saya catat betul karena buat kami ini satu hal yang baik,” ujar Agustina usai mengikuti rapat terbatas.
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian Presiden adalah efektivitas anggaran. Saat ini, pemerintah tengah mengkaji apakah besaran anggaran Rp 15 ribu per porsi masih relevan dengan kebutuhan lapangan atau perlu penyesuaian.
”Beliau bertanya, apakah Rp 15 ribu itu memang cukup? Silakan kaji. Jika memang tidak cukup, berapa angkanya? Itu pesan-pesan secara umum. Arahan yang sangat jelas bagi kami untuk bekerja melakukan pembenahan,” tambah Agustina.
Selain soal anggaran, Presiden juga menyoroti aspek validitas data. BGN diminta untuk lebih cermat dalam mengolah data penerima manfaat serta data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini krusial agar tidak ada salah sasaran dalam distribusi gizi.
”Pak Presiden menekankan, data silakan diperbaiki dulu. Beliau setuju semua diperbaiki supaya nantinya bisa mengambil keputusan yang tepat,” tegasnya.
Karena melibatkan skala yang sangat luas, Agustina memohon kesabaran masyarakat dan pihak-pihak terkait. Presiden, kata dia, memberikan ruang seluas-luasnya bagi kementerian dan lembaga terkait untuk memberikan masukan.
Presiden Prabowo juga memastikan bahwa BGN tidak akan bekerja sendirian. Seluruh kementerian dan lembaga diinstruksikan untuk memberikan dukungan penuh kepada BGN demi kelancaran program ini.
”Perintah beliau kepada seluruh kementerian adalah bantu pimpinan BGN untuk membenahi ini. Kami sadar ini tidak mudah karena melibatkan jutaan penerima manfaat di berbagai daerah,” pungkasnya.
Evaluasi ini diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah untuk menciptakan standar kualitas gizi yang lebih baik, sehingga keberlanjutan program MBG tidak hanya sekadar formalitas, melainkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Editor : Shinta Nurma Ababil