Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

12 Kontroversi Gus Miftah yang Buat Geger Publik, Mulai Dari Es The, Rendang hingga Dugaan Korupsi DJKA

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 15 Juli 2026 | 14:44 WIB
Daftar kontroversi Gus Miftah (Foto: Handout Tim Gus Miftah)
Daftar kontroversi Gus Miftah (Foto: Handout Tim Gus Miftah)

JP Radar Kediri – Nama Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah belakangan ini kembali menjadi buah bibir di kancah nasional. 

Bukan karena materi dakwahnya, melainkan namanya yang mendadak terseret dalam pusaran denti kasus dugaan korupsi proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan pada pertengahan Juli 2026 ini.

Sosok yang dentik dengan rambut gondrong dan gaya bicara ceplas-ceplos ini memang tak pernah sepi dari sorotan. Mulai dari awal kemunculannya hingga sempat menduduki kursi pemerintahan, berikut adalah rekam jejak kontroversi Gus Miftah yang berhasil dihimpun:

Baca Juga: Benarkah Gus Miftah Terima Uang Korupsi Rp100 Juta dari Proyek DJKA? Begini Kata KPK

1.Terseret Arus Dana Korupsi Proyek DJKA (Juli 2026)

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus terpidana Dheky Martin bersaksi telah menyerahkan uang sebesar Rp100 juta kepada Gus Miftah. 

Dana tersebut diduga kuat merupakan aliran uang haram dari proyek pembangunan Jalur Ganda Kereta Api (JGSS) Solo–Semarang Fase 1.

2. Hina Pedagang Es Teh Berujung Berhenti dari Utusan Khusus Presiden (Akhir 2024)

Salah satu blunder terbesar Gus Miftah terjadi pada akhir 2024. Saat mengisi pengajian di Magelang, ia melontarkan guyonan yang merendahkan seorang penjual es the keliling dengan sebutan kasar dan “bodoh”. 

Video tersebut viral dan memicu boikot assif. Imbasnya, jabatan mentereng sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama yang baru seumur jagung pun harus ia tinggalkan.

3. “Menoyor” Kepala Istri di Muka Umum (2024)

Jagat maya sempat dihebohkan oleh video Gus Miftah yang terlihat menggoyang-goyangkan keras (menoyor) kepala istrinya, Ning Astuti, saat menonton konser di pondok pesantrennya. Meski publik mengecam tindakan itu sebagai bentuk kekerasan verbal/fisik, ia berdalih hal tersebut murni candaan dan “bahasa cinta” pasangan.

Baca Juga: Tarif Ceramah Gus Miftah Bikin Melongo, Kini Diduga Terima Aliran Dana Korupsi Proyek DJKA Rp100 Juta

4. Sebut Profesi Dokter “Gobl*k” (Desember 2024)

Sebuah video lawas yang viral kembali di platform X (Twitter) memperlihatkan Gus Miftah mencela profesi dokter. Ia menyebut dokter dengan kata-kata kasar hanya karena sering menanyakan keluhan pasien sebelum mendiagnosis. Ia bahkan membandingkannya dengan dokter hewan yang ia anggap lebih pintar karena bisa langsung menyuntik tanpa bertanya.

5. Labeli PKS Wahabi dan Sindir Khalid Basalamah

Gus Miftah kerap bersinggungan dengan tokoh dan kelompok lain. Pada awal 2024 di Lampung, ia secara terang-terangan menyebut Partai Keadilan Sejahtera (PKS) identik dengan paham Wahabi, yang memicu amarah kader PKS. Jauh sebelumnya di tahun 2022, ia juga menggelar wayang dengan karakter yang dibuat mirip Ustaz Khalid Basalamah sebagai bentuk sindiran keras terkait polemik hukum wayang.

6. Aksi Bagi-Bagi Uang di Madura (2023)

Menjelang Pemilu 2024, beredar video Gus Miftah membagikan gepokan uang tunai kepada warga di Pamekasan, Madura, dengan latar belakang kaus capres Prabowo Subianto. Ia sempat dilaporkan ke Bawaslu atas dugaan politik uang (money politics), meski akhirnya disetop setelah ia berdalih hanya membagikan sedekah dari pengusaha lokal, Haji Her.

7. Rendahkan Seniman Senior Yati Pesek

Dalam sebuah pentas ketoprak di Pondok Pesantren Ora Aji miliknya, Gus Miftah melontarkan candaan yang dinilai kelewat batas. Ia menyamakan seniman legendaris dan pesinden senior Jawa, Yati Pesek, layaknya pekerja seks komersial (PSK) yang pernah ia asuh. Candaan ini dinilai merendahkan dan mengobjektifikasi perempuan.

8. Kritik Aturan Toa Masjid vs Dangdutan

Ia pernah “disemprot” oleh Juru Bicara Kemenag RI karena mengkritik Surat Edaran pembatasan volume speaker luar masjid saat tadarus Ramadan. Gus Miftah membandingkannya dengan acara dangdutan yang bebas hingga dini hari, yang dinilai Kemenag sebagai komentar “asal bunyi” (asbun) dan gagal paham esensi aturan.

9. Pernyataan “Rendang Tidak Punya Agama”

Merespons kehebohan menu rendang babi di sebuah restoran di Jakarta, Gus Miftah melontarkan komentar, "Sejak kapan rendang punya agama?". Ucapan ini memanen kritik tajam dari berbagai pemuka agama, termasuk Ustaz Adi Hidayat, yang menilai argumen tersebut mengabaikan akar budaya Minangkabau yang sangat lekat dengan nilai keislaman.

10. Dakwah Eksentrik: Dari Klub Malam hingga Gereja

Gus Miftah pertama kali dikenal publik secara luas pada 2018 lewat video pengajiannya di kelab malam dan kawasan lokalisasi Sarkem di Bali serta Yogyakarta. Kontroversi berlanjut pada April 2021, ketika ia memberikan orasi kebangsaan di mimbar Gereja Bethel Indonesia (GBI) Penjaringan. Metode dakwah lintas batas ini terus membelah opini publik antara apresiasi toleransi dan kecaman pelanggaran akidah.

11. Polemik Laporan Polisi Istri Dukun (2022)

Gus Miftah pernah dipolisikan atas dugaan pelanggaran UU ITE oleh pengacara Firdaus Oibowo. Kasus ini bermula dari obrolannya di podcast Atta Halilintar, di mana ia mengkritik praktik perdukunan dan melontarkan kalimat fisik yang menghina istri dukun dengan sebutan "jelek dan merongos".

12. Guyonan Surga NU dan Muhammadiyah

Dikenal suka bercanda, Gus Miftah pernah terpeleset lidah saat membandingkan dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Guyonan sensitifnya tentang siapa yang akan lebih dulu masuk surga sempat memicu ketegangan kecil di kalangan akar rumput.

Terseretnya nama Gus Miftah dalam pusaran korupsi DJKA seolah menjadi babak baru dari rentetan kontroversinya selama bertahun-tahun. Publik kini menanti bagaimana proses hukum di Pengadilan Tipikor Semarang akan mengurai benang kusut aliran dana ratusan juta rupiah yang mengarah pada sang pendakwah

Editor : Shinta Nurma Ababil
gus miftah korupsi gus miftah diduga korupsi gus miftah 100 juta kontroversi gus miftah gus miftah