Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji, Pemkab Kediri Siapkan Lahan Khusus untuk Tujuan Ini

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 2 Juli 2026 | 15:00 WIB
Bandara Internasional Dhoho Kediri direncanakan akan jadi embarkasi haji 2027. (Foto Wahyu Adji)
Bandara Internasional Dhoho Kediri direncanakan akan jadi embarkasi haji 2027. (Foto Wahyu Adji)

 

JP Radar Kediri Tidak hanya hotel dan BPKASN saja yang dipersiapkan Pemkab Kediri untuk kelancaran pelaksanaan Bandara Dhoho menjadi embarkasi haji pada 2027 nanti. Pemerintah daerah juga menyiapkan lahan khusus yang berada di dekat Bandara Dhoho.

Menurut Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa,  Pemkab Kediri juga menawarkan lahan seluas 5,5 hektare yang berada di dekat kawasan lapangan golf Gudang Garam Yang terletak di dekat bandara. Lahan milik pemerintah daerah itu disiapkan apabila pemerintah pusat nantinya memutuskan membangun fasilitas permanen untuk mendukung embarkasi haji di Kediri.

Menurut Dewi, lahan tersebut tidak disiapkan untuk pembangunan asrama haji seperti konsep lama. Melainkan hotel haji yang lebih sesuai dengan skema keberangkatan melalui Bandara Dhoho.

Baca Juga: Jadi Embarkasi Haji, Pemkab Kediri Nge-list Penginapan dan Siapkan Lahan Seluas Ini

"Kami juga menawarkan lahan sekitar 5,5 hektare dekat lapangan golf. Kalau nanti Kementerian Haji mengembangkan embarkasi di Kediri, lahan itu bisa dimanfaatkan untuk hotel haji, jelasnya.

Walau demikian, menurutnya, usulan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh Kementerian Haji dan Umrah. Saat ini pemerintah daerah diminta segera melengkapi dokumen administrasi, termasuk proposal dan dokumen pendukung lainnya sebagai bagian dari pengajuan resmi penyelenggaraan embarkasi haji di Kediri.

Dalam paparannya, Dewi menyebut Menteri Haji dan Umrah memberikan sinyal positif terhadap kesiapan Kediri. Berdasarkan hasil pembahasan, sekitar 10.167 calon jemaah dari 10 kabupaten/kota diproyeksikan berangkat melalui Bandara Dhoho mulai musim haji 2027. Bahkan, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur mengusulkan penambahan dua daerah lagi, yakni Jombang dan Bojonegoro, karena dinilai lebih dekat menuju Kediri dibandingkan ke Juanda.

Baca Juga: Kemenhaj Matangkan Persiapan Bandara Internasional Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji 2027: Ini yang Jadi Catatan

Alhamdulillah Pak Menteri menyampaikan sekitar 99,9 persen peluangnya pada 2027 sebanyak 10.167 jemaah dari 10 kabupaten/kota bisa berangkat lewat embarkasi Kediri. Bahkan dari Kanwil mengusulkan tambahan Jombang dan Bojonegoro karena lebih dekat ke Bandara Dhoho, ungkapnya.

Dari sisi operasional bandara, Dewi memastikan tidak ada lagi kendala berarti. Status Bandara Dhoho yang telah menjadi bandara internasional membuat seluruh persyaratan penerbangan internasional telah terpenuhi. Pemeriksaan X-ray nantinya dilakukan langsung di terminal bandara sebagaimana penumpang reguler sehingga tidak lagi dilakukan di asrama haji seperti skema yang berlaku saat ini.

Baca Juga: Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji Tahun 2027, Menteri Haji: Secara Teknis Kondisinya Bagus dan Layak

 

Bandara Dhoho juga dinilai masih memiliki kapasitas yang cukup besar. Berdasarkan paparan Angkasa Pura, bandara masih mampu melayani hingga lima penerbangan per hari tanpa mengganggu jadwal penerbangan domestik yang telah berjalan.

Baca Juga: Begini Kata Menteri Haji dan Umrah Soal Kelayakan Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi

"Bandara sudah siap karena statusnya internasional. Bahkan dipaparkan masih mampu melayani sampai lima flight per hari tanpa mengganggu penerbangan reguler. Jadi secara operasional sudah sangat siap, pungkasnya. (*)

Editor : Mahfud
#hotel haji #jemaah haji #gudang garam #bandara dhoho #embarkasi haji