JP Radar Kediri – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari peserta Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama.
Namun, dukungan tersebut disertai sejumlah catatan. Tujuannya agar pelaksanaan program strategis nasional itu lebih tepat sasaran dan tata kelolanya terus diperbaiki.
Rekomendasi tersebut menjadi salah satu hasil pembahasan komisi rekomendasi yang akan dibawa ke Muktamar NU mendatang. Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes NU Prof. M. Nuh menjelaskan, forum memberikan apresiasi terhadap tujuan mulia yang diusung program MBG.
Meski demikian, NU menilai masih diperlukan penyempurnaan dalam mekanisme pelaksanaan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kita ndak boleh menutup mata. Pentingnya perbaikan-perbaikan, mekanisme, penyaluran, pengelolaan MBG itu,” tegas M. Nuh.
Menurut dia, evaluasi diperlukan karena MBG menyangkut kebutuhan masyarakat dalam jumlah besar. Sekaligus menggunakan anggaran negara yang tidak sedikit.
Karena itu, ketepatan sasaran penerima manfaat dan sistem pengelolaan menjadi perhatian penting tanpa mengurangi tujuan utama program tersebut.
Baca Juga: Tata Kelola Tambang oleh PBNU Disahkan! Begini Aturan yang Harus Diterapkan
“Jadi intinya kami tim rekomendasi, komisi rekomendasi memberikan catatan untuk dilakukan review. Sehingga akan didapatkan satu tata kelola yang lebih bagus lagi,” jelasnya.
Selain evaluasi tata kelola, Munas-Konbes juga merekomendasikan adanya afirmasi khusus bagi kalangan pesantren dalam pelaksanaan MBG.
Usulan tersebut dinilai penting agar pesantren sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan keagamaan memperoleh perhatian dalam implementasi program.
“Termasuk juga adanya afirmasi secara khusus MBG untuk pesantren,” tutur M. Nuh.
Saat ditanya mengenai munculnya berbagai kritik terhadap pelaksanaan MBG di sejumlah daerah, dia menegaskan posisi NU tetap mendukung program itu. Namun, dukungan itu harus diiringi komitmen pemerintah melakukan pembenahan di berbagai aspek pelaksanaan.
“NU juga tadi menyatakan diteruskan, tapi ada perbaikan-perbaikan dari sisi tata kelola dan seterusnya,” tegasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita