Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Heboh Tragedi 3 Peserta Meninggal Saat Latihan Manajer Kopdes Merah Putih, Bagaimana Prosedur Pelatihannya?

Shinta Nurma Ababil • Jumat, 26 Juni 2026 | 13:46 WIB
Ilustrasi Peserta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih. (Foto: Kaltimpos)
Ilustrasi Peserta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih. (Foto: Kaltimpos)

JP Radar Kediri – 3 Peserta dinyatakan meninggal dunia saat melaksanakan latihan dasar militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026.

Ketiga peserta yang meninggal dunia adalah Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. Mereka tergabung dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan menjalani pendidikan di tiga Satuan Pendidikan (Satdik) yang berbeda.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan rentetan kabar duka tersebut. 

Pihaknya menegaskan bahwa secara prosedural, seluruh peserta yang masuk barak telah melewati rangkaian tahapan seleksi dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), termasuk tes kesehatan.

Baca Juga: Viral Peserta Manajer Kopdes Merah Putih yang Mundur Kini Dipersilahkan Daftar lagi, Terakhir 23 Juni 2026!

”Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan,” jelas Rico saat dikonfirmasi, Kamis (25/6).

Berdasarkan catatan rekam medis, ketiga peserta meninggal karena kondisi sakit yang berbeda. Anisa Muyassaroh meninggal pada 18 Juni 2026 akibat heat stroke di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. 

Sehari sebelumnya (17/6), Yonanda Muhammad Taufiq mengembuskan napas terakhir karena henti jantung (cardiac arrest) di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.

Terbaru, Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia pada 23 Juni 2026 akibat penyakit tuberkulosis (TBC) setelah sempat dirujuk dan mendapat perawatan intensif di RSAU dr. Esnawan Antariksa dari Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

Baca Juga: Heboh Aturan Manajer Kopdes Merah Putih, Muncul Surat Perjanjian Mundur Sebelum 2 Tahun Denda Rp100 Juta

Atas kejadian ini, Kemhan bersama Panselnas dan penyelenggara pendidikan langsung bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh serta penguatan pengawasan kesehatan. ”Guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama,” tegas Rico.

Di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, pemeriksaan kesehatan ulang atau screening berlapis diterapkan secara ketat kepada para peserta saat baru tiba di satuan.

Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin mengungkapkan, langkah ini merupakan bentuk mitigasi wajib. Meskipun peserta sudah dinyatakan lolos oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) pusat, satdik tetap melakukan tes kesehatan penentu, meliputi cek tensi, kondisi fisik, dan riwayat penyakit bawaan.

”Untuk backup agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, kami laksanakan cek terakhir lagi. Data peserta yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat langsung kami pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi,” terang Agus.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Agus menemukan sejumlah peserta yang mengidap asma, hipertensi, pasca-patah tulang, hingga riwayat TBC. Para peserta dengan rekam medis berisiko ini dilarang mengikuti kegiatan fisik berat di lapangan dan diarahkan untuk menjalani pelatihan di dalam kelas.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#manajer kopdes merah putih #latihan militer manajer kopdes #meninggalnya manajer kopdes #latsarmil kopdes