Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Presiden Prabowo ungkap Alasan Gaji Guru dan PNS Belum Naik 2026, Ini Biang Keroknya

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 24 Juni 2026 | 15:17 WIB
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo

JP Radar Kediri – Presiden RI Prabowo Subianto secara blak-blakan mengungkap biang kerok belum bisa naiknya gaji guru dan aparatur sipil negara (ASN).

Alasan utamanya lantaran kas negara terus menerus terkuras akibat kebocoran anggaran dan mengalirnya kekayaan nasional ke luar negeri.

Fakta miris ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6).

Di hadapan para kiai dan tokoh agama, Prabowo menjabarkan realitas pahit postur ekonomi Indonesia. "Saya ingin sampaikan dalam forum ini agar saudara-saudara NU sebagai pemimpin, ulama, dan guru pembimbing rakyat mengerti. Kenapa gaji guru tidak bisa baik? Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik? Kenapa anggaran selalu kurang? Ya karena uangnya enggak ada, diambil terus," ungkap Prabowo.

Baca Juga: Cek Rincian Gaji Pensiunan PNS Juli 2026, Ada Perubahan?

Akibat Praktik Culas, Uang Negara Mengalir Keluar

Secara makro, Indonesia sejatinya memiliki potensi ekonomi raksasa. Merujuk data perdagangan internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diolah Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Indonesia mencetak keuntungan ekspor sebesar US$436 miliar atau sekitar Rp7.800 triliun dalam 22 tahun terakhir.

Ironisnya, besarnya angka tersebut bak fatamorgana. Pada periode yang sama, arus dana yang keluar dari Indonesia (outflow) mencapai US$343 miliar. Artinya, keuntungan berdagang puluhan tahun tidak berputar di dalam negeri.

"Begitu kayanya Republik kita, tapi tiap tahun kekayaan kita diambil keluar dan kita masih berdiri," tutur Prabowo.

Baca Juga: Selidiki Keberadaan Korban Guru SMK Cabul Lainnya: Kembangkan Kasus, Polres Kediri Minta Masyarakat Melapor

Salah satu lubang kebocoran terbesar, beber Prabowo, berasal dari praktik under-invoicing atau pelaporan manipulatif dari para eksportir nakal. Nilai perdagangan sengaja ditekan lebih rendah dari kondisi aslinya untuk menghindari pajak.

"Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, tapi dia lapor hanya 500 ton. Artinya apa? Negara rugi," tegasnya.

Syok Usai 18 Bulan Menjabat, Janji Tutup Kebocoran

Melihat angka kerugian yang begitu masif, Prabowo mengaku sedih dan terkejut. Kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan, ia tak menampik bahwa hilangnya kekayaan negara ini adalah bentuk kelalaian bersama yang sudah berlangsung lama.

"Saya sendiri syok, terkejut, sedih melihat betapa besar kekayaan kita yang hilang. Ini bukan soal mencari kesalahan, tapi kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama," ucapnya lirih namun tegas.

Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan komitmennya untuk segera menyumbat lubang-lubang kebocoran tersebut agar uang negara bisa kembali digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, termasuk meningkatkan gaji guru dan PNS.

"Saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Kebocoran ini sedang saya perbaiki semua. Saya harus melaksanakan yang terbaik agar tidak ingkar sumpah," pungkasnya.

Hingga pertengahan 2026 ini, pemerintah memang belum merilis kebijakan baru terkait skema kenaikan gaji guru maupun PNS. Fokus utama kabinet saat ini difokuskan pada penyehatan neraca keuangan dan pemulihan potensi penerimaan negara yang selama ini hilang.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#gaji guru dan pns #gaji guru #gaji pns #kenaikan gaji 2026 #Presiden Prabowo