JP Radar Kediri – Menjelang akhir bulan Juni 2026, kabar gembira menghampiri Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kementerian Sosial (Kemensos) rupanya tengah mengebut pencairan bantuan sosial (bansos) susulan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah KPM mulai kebanjiran notifikasi dana masuk melalui aplikasi mobile banking, salah satunya Wondr by BNI, pada 22 Juni 2026. Penyaluran ini menjadi angin segar bagi KPM yang sebelumnya sempat tertunda atau belum menerima haknya di tahap kedua (April-Juni).
Rincian dana yang cair pun bervariasi sesuai dengan komponen yang dimiliki oleh masing-masing KPM. Untuk BPNT murni, sejumlah laporan menyebutkan dana sebesar Rp600.000 telah masuk rekening pada sore hari, tepatnya pukul 17.03 WIB.
Baca Juga: Cek Jadwal Terakhir Pencairan Bansos Juni 2026, PKH BPNT Hingga Sembako Disalurkan untuk Desil 1-4
Rincian Saldo PKH Susulan Juni 2026 di Berbagai Daerah
Tidak hanya BPNT, pencairan PKH susulan juga terpantau ramai di berbagai wilayah dengan nominal yang beragam:
Pasuruan (Jawa Timur): Seorang KPM pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) lama terbitan 2017 melaporkan saldo PKH masuk sebesar Rp1.250.000 pada 22 Juni 2026. KPM lain dengan status SPM juga menerima nominal yang sama untuk komponen anak balita dan SMA.
Kebayoran Lama (Jakarta): KPM dengan komponen anak balita dan anak SD menarik dana PKH sebesar Rp900.000 pada pukul 16.41 WIB.
KKS Terbitan Baru (2026): Laporan dari pemegang KKS baru menunjukkan saldo masuk sebesar Rp975.000 untuk komponen anak balita dan SD. Hal yang sama juga berlaku bagi KPM pemegang KKS baru peralihan dari PT Pos Indonesia.
Menariknya, ada pula KPM yang sedang ketiban rezeki nomplok dengan menerima PKH dan BPNT sekaligus dalam satu hari. KPM beruntung ini mengantongi total Rp2.100.000, yang merupakan akumulasi dari PKH komponen dua anak balita (Rp1.500.000) dan BPNT (Rp600.000).
Aturan Baru dan Penambahan 470 Ribu KPM
Bansos PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin dan rentan. Sementara itu, BPNT adalah bantuan pangan bulanan yang disalurkan lewat mekanisme akun elektronik untuk dibelanjakan di e-Warong KUBE PKH atau agen Bank Himbara. Keduanya disalurkan secara triwulanan (tiga bulan sekali).
Pada penyaluran tahap kedua ini, pemerintah menetapkan kebijakan baru yang patut dicatat. Kemensos telah memasukkan lebih dari 470 ribu KPM baru pada pencairan bulan Mei lalu.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa setiap triwulan pasti ada dinamika perubahan data penerima manfaat. KPM baru ini merupakan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Mereka yang masuk kriteria adalah masyarakat miskin pada desil 1 hingga 4 yang belum tersentuh bantuan di tahap pertama.
Cara Mudah Cek Status Penerima Bansos Juni 2026
Pemerintah tidak mematok tanggal tunggal untuk pencairan, melainkan dilakukan secara bertahap mulai dari pekan pertama hingga keempat setiap bulannya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk proaktif mengecek statusnya secara mandiri.
Cek Status Penerima Bansos Melalui Website Resmi Kemensos
Buka browser di HP atau laptop, akses tautan cekbansos.kemensos.go.id.
Masukkan data wilayah (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan).
Ketikkan nama lengkap PM (Penerima Manfaat) sesuai KTP.
Masukkan 4 huruf kode captcha yang tertera di layar. (Klik ikon refresh jika kode kurang jelas).
Klik tombol "CARI DATA". Sistem akan otomatis menampilkan status penerimaan Anda.
Cek Status Penerima Bansos Melalui Aplikasi Cek Bansos
Unduh aplikasi "Cek Bansos" di Play Store atau App Store.
Buka aplikasi dan pilih "Buat Akun" (bagi pengguna baru).
Isi data diri secara lengkap: Nama, NIK, alamat, email, dan password.
Unggah foto KTP dan swafoto memegang KTP.
Klik "Buat Akun Baru". Setelah verifikasi email berhasil, lakukan login.
Masuk ke menu "Profil". Di sana akan muncul informasi detail mengenai jenis dan status bantuan yang Anda terima.
Jika status di sistem sudah menunjukkan progres pencairan (SP2D/SI), KPM hanya perlu membawa KTP atau KK untuk melakukan pencairan melalui ATM Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BSI) atau agen penyalur terdekat. Mengingat tahap ketiga (Juli-September) segera di depan mata, pastikan hak Anda di tahap kedua ini sudah tuntas tersalurkan.
Editor : Shinta Nurma Ababil