KEDIRI, JP Radar Kediri– Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, dipastikan akan berlangsung dalam pengamanan ketat.
Selain pengamanan dari polisi dan TNI, sedikitnya ada 400 personel dari sejumlah badan otonom (banom) NU yang ikut mengamankan.
Wakil Koordinator Keamanan Munas dan Konbes NU M. Nabil Haroen mengatakan, 400 personel yang melakukan pengamanan itu berasal dari sejumlah banom. Mulai Ansor, Banser, Pagar Nusa, Garda Fatayat, dan unsur lainnya.
“Persiapan sudah 95 persen siap. Untuk pengamanan internal dari berbagai banom NU kurang lebih sekitar 400 personel yang akan diterjunkan,” katanya.
Nabil bersyukur, sejauh ini belum ada indikasi gangguan keamanan yang menghambat pelaksanaan munas dan konbes. Meski demikian, panitia tetap melakukan pemetaan risiko. Terutama terkait arus lalu lintas menuju lokasi kegiatan.
Apalagi, akses jalan menuju kompleks Ponpes Ploso cukup sempit. Sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan saat ribuan peserta datang.
“Sejauh ini koordinasi dengan instansi terkait cukup baik,” jelasnya.
Panitia, terang Nabil, menyiapkan empat ring pengamanan. Mencakup area di luar hingga lokasi utama acara.
Ada 16 pos pengamanan yang juga didirikan di sejumlah titik strategis. Setiap pos akan dijaga personel gabungan dari banom NU dan aparat keamanan.
Baca Juga: Munas-Konbes NU Bahas Kripto, Reformasi Organisasi hingga Pelembagaan AHWA
Selain pengamanan terbuka, menurut Nabil juga disiapkan skema pengamanan tertutup untuk mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan.
“Seluruh peserta maupun peninjau ataupun tamu undangan akan dibekali dengan ID card yang ada barcode masing-masing yang itu nanti akan jadi screening untuk seleksi ketika masuk ke lokasi dan sejauh ini sudah terdata dengan baik,” jelasnya.
Untuk diketahui, dari sejumlah kegiatan dalam Munas-Konbes NU di Ponpes Ploso, salah satu yang jadi perhatian adalah agenda sidang komisi.
Dari total enam agenda sidang komisi, pembahasan di komisi organisasi diperkirakan akan ‘menghangat’.
Terkait hal itu, Nabil menyebut pembahasan di komisi tersebut memang menyedot perhatian banyak pihak. Apalagi, sejumlah banom NU ada yang mengusulkan reformasi organisasi.
Termasuk di antaranya, wacana pemberian hak suara kepada banom dalam forum Muktamar NU mendatang.
“Usulan (banom) tersebut akan dibahas dalam munas-konbes sebelum nantinya dibawa ke Muktamar NU. Selama ini banom hanya mengikuti saja tapi tidak memiliki hak suara,” tandasnya terkait agenda yang dihadiri banyak tokoh besar itu.
Sementara itu, Satlantas Polres Kediri Kota menyiapkan rekayasa lalu lintas selama Munas-Konbes NU.
Kanit Turjagwali Ipda Arifin Priyo Ananto menyebut rekayasa lalu lintas akan dimulai dari simpang tiga Jembatan Wijaya Kusuma (JWK).
Baca Juga: Jelang Munas-Konbes NU 2026, Ponpes Ploso Kediri Gelar Rakor Final dan Apel Banser
Kendaraan besar dan kendaraan roda empat ke atas yang hendak ke Tulungagung dan Trenggalek, diarahkan ke timur menuju simpang empat Branggahan dan belok ke selatan.
“Kendaraan yang tujuannya di area Ploso, Maesan, dan sekitarnya tetap kami perbolehkan untuk menuju Mojo. Namun akan diarahkan mulai dari simpang tiga Seketi ke arah barat,” terang Arifin.
Apabila terjadi kepadatan, kendaraan akan diarahkan melewati simpang tiga Jembatan Panjang ke arah ke barat samping lapangan Ploso. “Jika rekayasa itu kami laksanakan, diharapkan tidak terjadi kepadatan kendaraan yang menuju ke Al Falah, Ploso,” tegasnya.
Dari arah selatan, penyaringan kendaraan dilakukan mulai dari Tulungagung. “Penutupan total di sekitar lokasi pondok akan dimulai Jumat (19/6) pukul 15.00. Berlangsung hingga Rabu (24/6) mendatang,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita