JP Radar Kediri – Para pengguna kendaraan bermotor harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Mulai hari ini, Rabu (10/6/2026), PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian tarif dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya untuk jenis Pertamax dan Pertamax Green 95.
Kenaikan harga ini cukup menarik perhatian publik. Pasalnya, belum genap sepekan berlalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia baru saja menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM guna menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi global yang tak menentu.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini seolah berbenturan dengan angin segar yang sempat diembuskan pemerintah pada Jumat (5/6/2026) lalu. Dalam sebuah acara di Jakarta Pusat, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia secara tegas menyatakan komitmen pemerintah untuk menahan harga energi bersubsidi hingga akhir tahun.
"Saya mengulangi lagi bahwa urusan BBM subsidi, LPG subsidi, insyaallah doakan tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember," ujar Bahlil saat itu.
Baca Juga: Kenapa Pertamax Naik? Ternyata Ini Alasan Pertamina Menaikkan Harga Hingga Rp16.250 per Liter
Bahlil mengungkapkan, meski ada banyak usulan untuk menaikkan harga energi demi merespons kondisi global yang sedang tidak baik-baik saja, pemerintah tetap memilih jalur keberpihakan kepada rakyat.
Berdasarkan pengumuman resmi Pertamina, harga Pertamax (RON 92) yang sebelumnya dibanderol Rp 12.300 per liter, kini meroket menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) juga dikerek tajam dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa keputusan penyesuaian harga ini telah melalui proses evaluasi yang panjang dan mengacu pada formula yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai regulator.
"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat," terang Roberth dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Harga BBM Terbaru per 10 Juni 2026: Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per liter, Ini Rinciannya
Lebih lanjut, Roberth menegaskan bahwa mekanisme evaluasi berkala ini sangat mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia dan nilai perekonomian pasar saat ini. Meski terjadi kenaikan harga, Pertamina menggaransi ketersediaan stok di lapangan tidak akan terganggu.
"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di seluruh jaringan SPBU Pertamina," tegasnya.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui rinciannya, berikut adalah daftar harga BBM Pertamina terbaru yang berlaku efektif di SPBU seluruh Indonesia:
Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter (Tetap)
Biosolar: Rp 6.800 per liter (Tetap)
Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter (Naik dari Rp 12.300)
Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 17.000 per liter (Naik dari Rp 12.900)
Pertamax Turbo (RON 98): Rp 20.750 per liter (Tetap)
Dexlite (CN 51): Rp 23.000 per liter (Tetap)
Pertamina Dex (CN 53): Rp 24.800 per liter (Tetap)
Editor : Shinta Nurma Ababil