Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Sulawesi Utara Usai Diguncang Gempa 7,7 Magnitudo di Filipina

Shinta Nurma Ababil • Senin, 8 Juni 2026 | 13:55 WIB
Peringatan dini tsunami keempat berisi pengakhiran peringatan dini pada pukul 10:15:51 WIB. FOTO:  ANTARA/HO-BMKG .
Peringatan dini tsunami keempat berisi pengakhiran peringatan dini pada pukul 10:15:51 WIB. FOTO: ANTARA/HO-BMKG .

JP Radar Kediri - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya pada Senin (8/6/2026) pukul 10:15:51 WIB. 

Langkah ini diambil setelah gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah titik, dengan catatan tertinggi mencapai 0,75 meter di Talengen, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Peringatan tsunami ini dipicu oleh gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada pukul 06.37.42 WIB.

“Peringatan dini keempat berisi pengakhiran peringatan dini pada pukul 10:15:51 WIB,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam pemutakhiran data yang diterima ANTARA di Manado, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: BGN Buka Suara Disamping Kabar SPPG Tutup, Pastikan Top Up Saldo Rampung di Seluruh Indonesia

Kronologi Peringatan Dini dan Hasil Observasi BMKG

Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, BMKG merespons cepat dengan mengeluarkan rentetan peringatan dini dari tahap awal hingga pengakhiran:

Peringatan Dini 1 (06.40.44 WIB): Dirilis hanya 3 menit setelah gempa. Berisi parameter gempa dan penetapan status ancaman (Siaga dan Waspada).

Peringatan Dini 2 (06.51.26 WIB): Pemutakhiran parameter gempa.

Peringatan Dini 3 (08.13 WIB & 08.34 WIB): Berisi hasil pemantauan alat pengukur pasang surut air laut (tide gauge).

Baca Juga: KUR BRI 2026 Plafon Rp30-80 Juta: Cicilan, Syarat, dan Cara Ajukan Pinjaman

Dari hasil observasi tide gauge, gelombang tsunami terdeteksi di beberapa lokasi dengan rincian sebagai berikut:

Talengen (Sangihe, Sulut): Ketinggian 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB.

Paleleh (Sulteng): Ketinggian 0,45 meter pada pukul 07.34 WIB.

Tanjung Sidupa (Sulut): Ketinggian 0.32 meter pada pukul 07.39 WIB.

Melonguane (Sulut): Ketinggian 0,32 meter pada pukul 07.27 WIB.

Tahuna (Sangihe, Sulut): Ketinggian 0,30 meter pada pukul 06.58 WIB.

Bitung (Sulut): Ketinggian 0,29 meter pada pukul 07.51 WIB.

Ulu Siau  (Sulut): Ketinggian 0,18 meter pada pukul 07.27 WIB.

 Baca Juga: Heboh Rumor Shin Tae-yong Bakal Latih Persija Jakarta, Kesit Budi Handoyo: Keuntungan Besar untuk Macan Kemayoran

Detail Parameter Gempa M 7,7

Pusat gempa bumi ini berada di laut pada koordinat 5,80° Lintang Utara dan 125,14° Berau Timur. Jaraknya sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

Sebelum dicabut, pemodelan BMKG sempat menempatkan belasan wilayah di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, hingga Maluku Utara dalam status Siaga (potensi tinggi gelombang 0,5 – 3 meter) dan status Waspada (potensi gelombang kurang dari 0,5 meter) termasuk wilayah Kalimantan Timur.

Guncangan gempa yang berpusat di Filipina Selatan ini dirasakan sangat kuat oleh warga di Kepulauan Sangihe dan Kota Tahuna sekitar pukul 07.00 WITA. Ribuan warga di beberapa desa, termasuk di Kecamatan Tabukan Utara, dilaporkan langsung menyelamatkan diri begitu mengetahui adanya peringatan dini tsunami.

Warga berbondong-bondong mengungsi ke wilayah perbukitan yang lebih aman dengan hanya membawa barang-barang seadanya.

"Warga bilang getaran gempa yang mereka rasakan cukup kuat. Mereka belum mau kembali ke rumahnya sebelum peringatan dini tsunami dicabut," tulis laporan lapangan.

Meskipun saat ini status peringatan dini tsunami telah resmi berakhir dan warga sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tetap mengikuti arahan resmi dari BPBD setempat demi mengantisipasi potensi gempa susulan.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#BMKG #bmkg gempa #tsunami #Sulawesi utara #filipina