Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Viral Pidato Presiden Prabowo Sebut Rakyat di Desa Tidak Pakai Dolar, Para Pengamat Ingatkan Ketegangan Global

Shinta Nurma Ababil • Senin, 18 Mei 2026 | 12:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Rumah Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (16/5). (Tangkapan layar YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Rumah Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (16/5). (Tangkapan layar YouTube Setpres)

JP Radar Kediri – Pidato Presiden Prabowo Subianto yang menanggapi santai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh level Rp 17.600 per dolar AS kini justru jadi bahan pembicaraan masyarakat tanah air.

Prabowo meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan atau terjebak dalam narasi krisis yang sering kali muncul setiap kali ada dinamika kurs.

Dalam sambutannya saat meresmikan Museum Ibu Marsinah, Rumah Singgah, serta 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), Prabowo menyindir pihak-pihak yang dinilainya terlalu cepat menyimpulkan bahwa Indonesia akan mengalami kehancuran ekonomi.

“Ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps. Akan chaos, akan apa, ya kan? Rupiah begini, rupiah begini, dolar begini,” ujar Prabowo saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Sabtu (16/5) dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kunjungi Nganjuk, Resmikan Museum Marsinah Sebagai Simbol Perjuangan Buruh

Prabowo menegaskan bahwa bagi mayoritas masyarakat Indonesia, terutama yang berada di pedesaan, fluktuasi dolar AS tidak memberikan dampak langsung dalam kehidupan sehari-hari karena transaksi menggunakan rupiah.

"Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan? Kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar," selorohnya yang disambut tawa warga.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa indikator utama kekuatan negara saat ini adalah ketahanan pangan dan energi. Ia mengklaim Indonesia masih berada dalam posisi yang jauh lebih aman dibandingkan banyak negara lain yang kini sedang dilanda kepanikan global.

"Pangan aman, energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa," tegasnya.

Sambil berseloroh, Prabowo menyebut bahwa pihak yang seharusnya pusing dengan kenaikan dolar adalah mereka yang sering bepergian ke luar negeri, termasuk para menteri dan pengusaha.

Baca Juga: Ribuan Buruh Kota Kediri Berangkat ke Nganjuk dalam Peresmian Museum Pahlawan Buruh Marsinah oleh Presiden RI Prabowo Subianto

Ia sempat menyebut beberapa nama secara jenaka, mulai dari Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi Rosan Roeslani, hingga Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie.

"Mbak Titiek ini pusing ini. Rosan, Anin, lo pusing boleh, lo pengusaha," canda Prabowo.

Ia juga memberikan jaminan bahwa selama pemegang otoritas keuangan masih tampak tenang, maka kondisi masih terkendali. "Selama Purbaya (Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa) bisa senyum, tenang saja. Tidak usah khawatir mau dolar berapa ribu kek," tambahnya.

Meski Presiden bersikap optimis, para pengamat pasar uang mengingatkan adanya tekanan eksternal yang kuat. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama aktivitas militer Iran di Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

Rupiah bahkan diprediksi berpotensi mendekati level Rp 18.000 jika ketegangan global tidak segera mereda. Namun, Presiden Prabowo tetap pada pendiriannya bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kokoh.

"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita," tutup Prabowo.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#viral #dolar #nganjuk #Presiden Prabowo Subianto